Ia juga merasa tak nyaman dengan julukan Malin Kundang yang dilontarkan WannaB.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 18 Juni 2011 - 09:13 WIB
WowKeren - Pelantun single "Sadis", Afgan Syah Reza atau yang akrab disapa Afgan, angkat bicara soal tuduhan pelanggaran kontrak yang dilayangkan WannaB Production. Didampingi kuasa hukumnya, Nizamuddin, Afgan menuturkan versinya dalam konferensi pers yang digelar di Polo Bar And Club, Menara Batavia, Jakarta Pusat, Jumat 17 Juni.
"Saya tidak akan melupakan jasa WannaB, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik dan menganggap mereka adalah keluarga sendiri," kata Afgan seperti dikutip dari detikHot. Ia juga menganggap julukan yang dilontarkan WannaB kalau ia adalah Malin Kundang rasanya tidak tepat. "Kata-kata Malin Kundang, saya juga nggak enak nyebutnya yah, menurut saya tidak pantas, dari makna sejarahnya saja (kisah Malin) itu pemberontakan pada orangtua, saya sendiri hubungan dengan orangtua sangat baik."
Nizamuddin juga mengungkapkan pendapatnya tentang kasus tersebut. Menurut Nizamuddin, kerjasama Afgan dengan WannaB dimulai pada 14 September 2007. Dalam perjanjian itu disepakati ada dua album dan jangka waktu perjanjian selama dua tahun. Namun, album kedua tersebut belum juga rampung hingga akhirnya ia mendapat opsi untuk membayar utangnya. Tak lama kemudian, Afgan berhasil menyelesaikan album "The One" (judul album kedua) sekitar tahun lalu. Setelah itu, tak ada kejelasan dalam masalah kontrak dengan WannaB.
"Secara hukum perjanjian berakhir pada 14 September 2009 lalu. Kemudian mengatur adanya opsi," kata Nizamuddin seperti dilansir Vivanews. "Tetapi, sampai tanggal 25 November tak ada kejelasan hak opsi. Maka Afgan menyatakan akan mengadakan kontrak dengan pihak lain (Trinity Optima).
Pihak WannaB rupanya tak sepakat dengan Afgan. Mereka kemudian mengadakan perjanjian damai yakni kesepakatan untuk menggarap dua lagu baru yang akan dimasukkan di album "The Best of Afgan". Satu lagu sudah rampung sementara lagu lainnya masih dalam proses karena Afgan mencari materi yang sesuai dengan karakter suaranya.
"Saya ingin menunjukkan 'The Best of Afgan' ini benar-benar memperlihatkan yang terbaik dari saya. Ingin menunjukkan rasa hormat pada WannaB," kata mantan kekasih Thalita Latief itu. "Saya nggak mau kalau album itu berisi lagu yang tidak cocok dengan karakter saya. Saya harap sih bisa diselesaikan dengan baik-baik."
Selasa 14 Juni, Afgan dilaporkan Wanna B ke Polres Jakarta Selatan. Ia dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.
(wk/)