Media asosiasi konsumen di Inggris, Which?, beranggapan Yahoo! membuat konsumen ketakutan karena memeriksa semua email demi menjual produk.
- Tim WowKeren
- Selasa, 12 Juli 2011 - 11:36 WIB
WowKeren - Penyedia layanan email terbesar di dunia yang berdiri sejak 1995, Yahoo!, dituding mengubah aturan dengan maksud melegalkan akses mereka untuk membaca email pribadi anggota Yahoo!. Dalam aturannya, Yahoo menegaskan kalau pengguna yang akan bergabung sebagai anggota wajib memberikan persetujuan agar email yang dikirim atau diterima, bisa dianalisa sebagai informasi untuk menjual produk sesuai minat pengguna.
Kebijakan tersebut ditentang keras oleh media asosiasi konsumen di Inggris, Which?. Juru bicara Which?, Georgina Nelson, mengungkapkan kalau strategi Yahoo! ini merupakan pelanggaran bagi privasi pengguna internet.
"Kebanyakan konsumen akan ketakutan saat mengetahui kalau email mereka bisa dibaca dengan maksud membuka pintu untuk menjual produk," kata Georgina. "Kewajiban untuk memberitahukan siapapun yang mengirimkan email padamu kalau pesan mereka akan diperiksa ini sangat tidak masuk akal. Saran kami, siapapun yang memiliki email Yahoo! dan yang keberatan akan hal ini bisa beralih ke jasa penyedia layanan email lainnya."
Sementara itu. juru bicara dari Yahoo! mengungkapkan kalau scan dan analisa konten di email ini sebenarnya bertujuan menyesuaikan penjualan produk lewat iklan dengan minat masing-masing pengguna. Selain itu, proses pemeriksaan ini juga bisa mendeteksi dan mencegah masuknya virus, spam, malware dan hal-hal lain yang bersifat merusak kinerja email pengguna.
Aturan baru ini mulai efektif diterapkan sekitar Juni bagi calon pengguna yang ingin bergabung terutama di Yahoo! Mail Beta. Awalnya, Yahoo! menerapkan fitur tersebut dengan maksud pengguna bisa mendapatkan kemudahan, kecepatan dan rasa aman ketika menggunakan fasilitas email. Apalagi, proses scan dan analisa email tersebut telah diterapkan pula oleh pihak Google sebagai salah satu kompetitor Yahoo!.
(wk/)