Jepang Hadirkan Jaket Dingin Kuchofuku
SerbaSerbi

Jaket pengusir hawa panas ini dilengkapi kipas pendingin dengan tenaga baterai AA dan dayanya juga bisa diisi ulang lewat komputer.

WowKeren - Musim panas tahun ini bukan ancaman lagi bagi wilayah Jepang yang Maret lalu alami bencana gempa dan tsunami. Pasalnya, Hiroshi Ichigaya, mantan teknisi Sony Electronics sekaligus pimpinan perusahaan Kuchofuku Co. Ltd di Jepang, telah menghadirkan solusi agar masyarakat bisa melakukan perjalanan tanpa khawatir kepanasan.

Hiroshi telah memproduksi sebuah jaket yang dilengkapi sistem pendingin. Sebagai dayanya, Hiroshi menghadirkan dua kipas berdiameter 4 inci yang dioperasikan dengan baterai AA selama beberapa jam. Selain itu, ditambahkan kabel USB yang bisa terhubung ke komputer untuk mengisi daya pada sistem pendingin tersebut. Menariknya, segala materi elektronik dalam jaket tersebut bisa dilepas saat akan dicuci. Satu-satunya kelemahan yakni efek bahan yang mengembung karena tiupan angin dari kipas.

"Memang benar jaket ini membuatmu seperti Michelin Man (simbol perusahaan Perancis Michelin)," kata Hiroshi. "Tapi jaket ini bisa membuat pekerja pabrik merasa nyaman melakukan pekerjaan mereka."


Salah satu pekerja yang merasakan manfaat jaket ini adalah Ryo Igarashi (33). "Aku bekerja di tempat yang sangat panas dan harus mengenakan pakaian berlengan panjang jadi aku mampir untuk membeli jaket ini agar tetap dingin dan mencegah serangan panas," kata Ryo.

Hiroshi mengembangkan jaket ini sejak bertahun-tahun lalu. Ide ini tercipta ketika dia mencoba membuat AC yang bisa menggunakan daya listrik kecil. "Aku meyakini kalau kita tak butuh mendinginkan ruangan tapi justru membuat agar masing-masing orang merasa dingin," kata Hiroshi.

Saat ini, Hiroshi telah memproduksi sekitar 40.000 jaket yang dijual seharga 11.000 yen atau lebih dari Rp 1 juta. Baru-baru ini, pemerintah Jepang telah memesan setengah juta helai jaket namun Hiroshi menolak permintaan tersebut. Pasalnya, perusahaan Kuchofuku belum mampu memproduksi sebanyak itu karena jumlah SDM yang masih minim.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!