Kuartal kedua tahun ini, Nokia hanya menjual 88.5 juta unit handset termasuk untuk smartphone yang beroperasi dengan software Symbian.
- Tim WowKeren
- Jumat, 22 Juli 2011 - 10:51 WIB
WowKeren - Perusahaan handset Nokia kini mengalami kerugian untuk penjualan smartphone dengan sistem operasi Symbian. Dari laporan resmi Nokia, perusahaan berbasis di Finlandia ini merugi hingga mencapai USD 523 juta atau lebih dari Rp 44 triliun.
Untuk kuartal kedua tahun ini, Nokia hanya mampu menjual 88.5 juta unit handset. Padahal kuartal kedua tahun lalu, Nokia bisa menjual hingga 111 juta handphone dari berbagai merek.
Turunnya angka penjualan ini sedikit banyak karena dominasi pasar produk Apple, iPhone. Untuk itu, tim Nokia berencana menyerang balik. Mereka lebih fokus dalam pengembangan handset dengan menggunakan software Windows 7.
"Sementara hasil penjualan kami di kuartal kedua sangat mengecewakan, kami merasa optimis dengan rencana paling penting untuk masa kompetisi jangka panjang," ujar CEO Nokia, Stephen Elop. "Beberapa kemajuan telah memberikan bukti, dan kami menargetkan akan meraih banyak keuntungan pada akhir tahun ini."
Ditambahkan Stephen, ia berharap banyak pada pasar penjualan handset Windows Phone 7 yang mulai diluncurkan di area terbatas sekitar tahun lalu. Apalagi, Nokia juga telah menghadirkan handset Windows Phone 7 Mango untuk pasar smartphone CDMA. Stephen optimis kalau Nokia bisa kembali berkompetisi di area yang lebih luas. "Dengan Windows Phone 7, akan ada kesempatan pasar yang terbuka bagi kami," kata Stephen.
Menurut rencana, Nokia akan menggelar kampanye promo Windows Phone 7 di berbagai dunia. Proyek pemasaran ini dijadwalkan sekitar Oktober. Sementara penyebaran handset Windows Phone 7 dalam jumlah besar diperkirakan tahun depan.
(wk/)