Kemenangan ini menjadi modal bagi Arsenal saat bertandang ke kandang Udinese untuk leg kedua play of Liga Champions, pekan depan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 17 Agustus 2011 - 09:15 WIB
WowKeren - Pasukan muda Arsenal membuktikan bahwa meski tanpa Cesc Fabregas, mereka bisa tampil lebih baik. Arsenal berhasil mengalahkan Udinese dengan skor tipis 1-0 di leg pertama play off Liga Champions.
Theo Walcott menjadi penyelamat The Gunners. Kemenangan tipis ini menjadi modal bagi Arsenal saat bertandang ke kandang Udinese di Fruli, pekan depan. Arsenal cuma butuh hasil imbang pada leg kedua untuk lolos ke fase grup Liga Champions. Sementara Udinese wajib menang dengan selisih minimal dua gol.
Walcott berharap golnya itu akan membantu mendapat kepercayaan dari sang pelatih Arsene Wenger untuk dimainkan secara reguler. Ia yakin itu adalah dorongan keyakinan besar setelah keberangkatan Fabregas.
"Itu bagus untuk mendapatkan tujuan," kata Walcott." Saya ingin mendapatkan lebih banyak gol musim ini. Mudah-mudahan bos akan terus memainkan saya. "
"Kami akan sulit di sana (kandang Udinese) tapi kami sangat senang dengan hasil ini," lanjut Walcott. "Itulah hal yang paling penting."
Bermain Emirates Stadium, Rabu dini hari, 17 Agustus, Arsenal tidak diperkuat Samir Nasri dan Robie van Persie serta sang pelatih tidak bisa mendampingi pasukannya. Mereka mendapat sanksi dari UEFA.
Gol tunggal Arsenal tercipta saat pertandingan masih berjalan empat menit. Diawali pergerakan Aaron Ramsey di sisi kanan dan langsung memberi umpan ke mulut gawang. Walcott yang berdiri tak terkawal dengan mudah menyontek bola ke dalam gawang.
Pelatih Udinese Francesco Guidolin mengaku timnya kurang beruntung dan bisa mengalahkan Arsenal pada pertandingan leg kedua. Meski demikian, ia tetap puas dengan perjuangan anak asuhnya.
"Kami tidak mengambil kesempatan dengan baik dan kalah. Tapi saya pikir peluang kami masih terbuka," kata Guidollin. "Kami bisa kalah oleh sejumlah gol saat melawan sebuah tim hebat, tapi kami membangun kepercayaan diri dan menjadi lebih agresif. Pada akhir pertandingan, hasilnya tidak baik padahal kami memiliki tujuh atau delapan peluang."
(wk/)