Meski meyakini ajaran Tuhan, Rose akhirnya memilih meninggalkan sekte karena tak ingin menjadi penganut yang mempraktekkan seksualitas sebagai sarana ibadah.
- Tim WowKeren
- Jumat, 26 Agustus 2011 - 13:27 WIB
WowKeren - Masa sembilan tahun pertama Rose McGowan jauh dari kesan normal. Sebelum kabur dari Italia ke Amerika, aktris film "Conan the Barbarian" ini terlibat bersama keluarganya dalam sekte Children of God yang mempraktekkan ajaran kerohanian dengan menganut gaya hidup khas kaum hippie yang identik dengan seks bebas.
"Aku tumbuh di lingkungan pastoral," kata Rose. "Di tempat itu kamu tak diijinkan memiliki ketidaksempurnaan. Aku punya kutil di jariku dan saat berjalan di sebuah gang, ada pintu yang terbuka dan seseorang menarikku dan memotong kutil itu dengan pisau cukur. Dia meninggalkanku dalam keadaan masih berdarah."
Meski percaya adanya Tuhan, aktris berusia 37 tahun ini tak nyaman dengan ajaran Children of God. "Aku tak ingin menjadi seperti wanita itu. Mereka pada dasarnya ada di sana untuk melayani pria secara seksual," kata Rose.
Ayah Rose kemudian khawatir kalau putrinya kemungkinan mengalami pelecehan seksual. Bersama ayah dan saudara-saudaranya, Rose kabur dari Children of God dan pindah ke Amerika.
Tetap saja, pengalamannya di Children of God membuat Rose belajar banyak hal. Mantan tunangan Marilyn Manson ini menganggap peristiwa tersebut telah membentuk dirinya menjadi seperti saat ini.
"Ada orang-orang yang akan membaca cerita ini dan berpikir kalau aku punya kehidupan yang aneh," kata Rose. "Kurasa mereka juga mengalami hal itu."
Children of God yang telah dimulai sejak 1968 itu telah berganti nama menjadi The Family International (TFI). Atas pengakuan Rose, TFI mengaku kalau pelabelan sekte tersebut bukanlah hal yang tepat. Selain itu, mereka ragu dengan kebenaran yang diungkapkan Rose.
"Kisah Rose McGowan kemungkinan hanya berdasarkan spekulasi liar dan kenangan masa kecil yang tidak sempurna, dikemas untuk meraih ketenaran sensasional," demikian pernyataan pihak TFI, Kamis 25 Agustus. "Penggunaan label sekte untuk menggambarkan The Family International itu merendahkan dan diskriminatif."
(wk/)