Menurut Asisten Pelatih Timnas, Liestiadi, meraih poin satu apalagi tiga menjadi mendongkrak mental untuk laga selanjutnya melawan Bahrain.
- Tim WowKeren
- Selasa, 30 Agustus 2011 - 15:03 WIB
WowKeren - Pelatih timnas Indonesia, Wim Reijsbergen, kemungkinan akan mengubah strategi untuk melawan Iran pada babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 yang akan digelar 2 September nanti. Reijsbergen mendapat masukan berharga setelah melihat hasil uji coba melawan Yordania akhir pekan lalu.
"Ada beberapa kemungkinan perubahan pola permainan," kata Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Liestiadi. "Tapi semua itu tergantung pada pelatih tim."
Liestiadi mengatakan bahwa timnya tetap fokus untuk tampil maksimal saat menghadapi Iran. Ia menargetkan pasukan Garuda harus meraih hasil positif untuk mendapatkan angka. "Poin 1 atau 3 bisa mendongkrak mental tim menjadi sangat luar biasa," ujar Liestiadi. "Ini berguna bagi kita kala menjamu Bahrain."
Reijsbergen mencatat beberapa poin evaluasi saat dikalahkan Yordania. Ia menilai Indonesia kalah di segi postur tubuh, kecepatan, aliran bola yang kurang lancar, pergerakan pemain yang masih lamban, rotasi posisi yang tidak merata serta visi yang mendadak hilang. Selain itu, format totall football yang menjadi andalan Reijsbergen juga tidak terlihat seperti yang diharapkan.
Indonesia bakal berjuang keras untuk bisa melewati hadangan Iran. Pasalnya, beberapa pilar penting tim Merah Putih dibekab cedera dan kemungkinan tidak bisa tampil. Kiper Ferry Rotinsulu, Bambang Pamungkas, Firman Utina dan Muhammad Ridwan diragukan tampil karena cedera.
Meski enggan menyebut bakal menerapkan pola bertahan dengan kemungkinan menurunkan enam sampai tujuh pemain bertipikal bertahan, timnas sudah mempersiapkan pemain dengan karakter pekerja keras dan petarung. Kemungkinan, Indonesia akan memanfaatkan bola-bola set piece, baik free kick maupun umpan lambung dengan memaksimalkan peran Christian Gonzalez sebagai penggedor.
(wk/)