"Indonesia punya dua pemain yang menurut kami paling berbahaya, yakni nomor 20 (BePe) dan 22 (Ridwan)," kata Simoes.
- Tim WowKeren
- Kamis, 01 September 2011 - 08:52 WIB
WowKeren - Jelang laga babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014, Iran ternyata terus memperhatikan perkembangan permainan Timnas Indonesia. Media-media di negeri Mahmoud Ahmadinejad tersebut mengungkapkan adanya tugas khusus dari sang pelatih kepala, Carlos Queiroz, untuk menganalisa permainan awak tim Garuda.
Menurut asisten pelatih timnas Iran, Antonio Simoes, pihaknya kini mencermati dua punggawa Indonesia, yakni striker Bambang Pamungkas (BePe) dan winger Muhammad Ridwan. Simoes tidak memberikan alasan teknik secara rinci mengapa Iran harus mewaspadai BePe dan Ridwan. Sepertinya faktor pengalaman Bambang plus akselerasi Ridwan yang membuat pelatih Queiroz harus mewaspadai pergerakan mereka.
"Indonesia punya dua pemain yang menurut kami paling berbahaya, yakni nomor 20 (BePe) dan 22 (Ridwan)," kata Simoes dilansir dari media setempat, Persian Football. "Kami harus mengantisipasi pergerakan mereka."
Sebenarnya, Iran sudah memonitor permainan Indonesia sejak laga persahabatan kontra Palestina. Queiroz secara khusus menulis nama Boaz Solossa sebagai pemain yang harus dijaga ketat. Tapi, sepertinya Queiroz bisa sedikit lega karena Boaz absen di partai perdana nanti.
Bagi timnas Indonesia sendiri, BePe dan Ridwan akan menjadi andalan untuk menggedor pertahanan lawan. Kombinasi Bambang-Ridwan diharapkan menghadirkan mimpi buruk tuan rumah. Pergerakan mereka akan dipadukan dengan Firman Utina dan Muhammad Ilham di sisi kanan serta tusukan Cristian Gonzales.
Sementara itu, di kubu Indonesia, kiper Ferry Rotinsulu kemungkinan belum bisa dimainkan karena cedera. Kabar gembiranya, Hariono sudah membaik dan siap dimainkan.
"Para pemain dalam kondisi sehat, Hariono sudah fit namun kondisi Ferry masih belum bisa dipastikan," kata media officer Timnas, Dessy Christina. "Dia masih harus menjalani program pemulihan cedera lutut karena salah terjatuh."
(wk/)