Gregory menggunakan topi dengan fitur baru setiap hari dan selalu menampilkan telur plus berbagai motif khas Afrika.
- Tim WowKeren
- Kamis, 22 September 2011 - 10:58 WIB
WowKeren - Seorang seniman dan pelawak asal Afrika, Gregory Da Silva, menjadi pusat perhatian. Itu karena penampilannya yang tidak biasa, yaitu selalu mengenakan topi raksasa tapi lucu karena berhiaskan sekitar 1.000 telur. Makanya dia dijuluki Egg Man (Manusia Telur).
Pria kelahiran Benin, Afrika Barat itu sebenarnya pernah mempelajari ilmu komputer tapi lebih memilih mengikuti panggilan artistiknya. Ia pun membentuk kelompok seni bernama Voice of Spirit.
Setelah beberapa lama, Gregory memilih bersolo karir dan membuat nama untuk dirinya sendiri dengan menjadi Manusia Telur. Ia melakukan pertunjukan jalanan memakai tutup kepala lucu yang besar.
Gregory pertama tampil di Cape Town, Afrika Selatan. Seni Gregory begitu unik tapi harus berurusan dengan pihak polisi setempat dan meminta dia pergi. Sejak saat itu ia tampil di Green Market Square.
Dalam setiap penampilannya, topi eksotis Manusia Telur ini pasti menarik perhatian. Karena sangat sulit untuk memalingkan perharian dari seorang pria dengan topi raksasa yang dihiasi ribuan telur plus berbagai motif khas Afrika.
Setiap hari topinya menawarkan fitur baru dengan menampilkan simbol budaya dan sejarah Afrika. Tetapi ribuan telur pasti ada di topinya tersebut, karena itu adalah simbol kehidupan dalam tradisi Afrika. "Segala sesuatu harus hidup, segala sesuatu harus bersinar (dan) menjadi positif," kata Gregory.
Topi unik tersebut beratnya sekitar 25 kilogram dan bagi orang biasa itu tentu sulit dipakai. Tetapi perjuangan Gregory telah membuatnya mendapat pengakuan internasional dan bahkan masuk nominasi untuk Guinness Book of Records 2011.
Sayangnya, beberapa hari terakhir ini ia mengalami musibah. Saat berkunjungan ke Halle, Jerman, ia pingsan karena heatstroke dan dilarikan ke rumah sakit.
Saat terbangun keesokan harinya, ia sudah merasa baik-baik saja tapi resah karena topi andalannya hilang.
"Saat itu benar-benar panas dan lembab sehingga saya tiba-tiba merasa lemah," kata Gregory. "Hari berikutnya saya terbangun dalam keadaan normal tapi tanpa topi saya."
"Saya harus mendapatkannya kembali karena itu adalah cara hidup saya," lanjutnya. "Saya tahu penduduk Jerman adalah orang yang sangat jujur dan saya yakin seseorang akan mengembalikannya."
Berikut beberapa penampilan Gregory Da Silva:
(wk/)