Dalam percakapan dengan Dr. Conrad Murray, Michael merasa tak punya masa kecil bahagia karena itu ia ingin membantu anak-anak di dunia agar tidak bernasib sama seperti dirinya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 06 Oktober 2011 - 09:31 WIB
WowKeren - Rabu, 5 Oktober, pihak penuntut memutar rekaman percakapan Michael Jackson dengan Dr. Conrad Murray saat sidang di Pengadilan Los Angeles. Dalam percakapan yang direkam Conrad via iPhone, 10 Mei 2009, Michael mengungkapkan pandangannya sebagai artis, impian dan masa kecil yang membuat ia merasa trauma.
"Elvis Presley tak melakukannya. The Beatles tak melakukannya. Kita harus fenomenal. Ketika orang-orang meninggalkan konser itu, ketika mereka meninggalkan konserku, aku ingin agar mereka berkata, 'Aku tak pernah melihat yang seperti ini dalam hidupku. Luar biasa. Dia (Michael) adalah entertainer terhebat di dunia'," kata Michael dengan suara lirih akibat pengaruh obat. "Aku ingin membantu anak-anak yang sakit dengan membangun Rumah Sakit Anak Michael Jackson. Aku peduli pada mereka. Tuhan ingin aku melakukannya. Aku akan melakukannya, Conrad."
"Aku akan membantu anak-anak di dunia, Amerika Serikat, Eropa dan Prague. Konserku akan digelar untuk membantu anak-anakku. Aku menyayangi mereka karena aku sendiri tak punya masa kecil," lanjut Michael. "Aku bisa merasakan kesakitan mereka, luka mereka. Aku bisa menghadapinya. 'Heal the World', 'We Are the World', 'Will You Be There', 'The Lost Children'. Itu adalah lagu-lagu yang aku tulis karena aku merasa terluka, kamu tahu, aku terluka."
Dalam rekaman, Conrad terkesan acuh saat Michael tengah mengungkapkan pemikirannya. Di akhir percakapan, Michael mengaku merasa mengantuk. Ia pun berkata, "Aku tidur".
Enam minggu setelah percakapan itu tepatnya 25 Juni 2009, Michael wafat di usia 50 tahun. Hasil diagnosa membuktikan kalau Michael meninggal karena overdosis obat anestesia propofol yang digunakan Conrad untuk mengobati "King of Pop" itu dari penyakit insomnia kronis.
Sementara itu, sidang beberapa hari sebelumnya mengungkapkan bukti bahwa tak ditemukan sidik jari Michael dalam sejumlah botol obat propofol. Ahli farmasi sekaligus pemilik klinik di Los Angeles, Tim Lopez, mengaku kalau 15 hari sebelum meninggalnya Michael, Conrad memesan 40 botol besar dan 50 botol kecil propofol.
(wk/)