Jerman Ingin Tampil Sempurna di Kualifikasi Euro 2012
SerbaSerbi

Pelatih Joachim Loewberharap timnya bisa memenangkan dua laga tersisa sehingga melenggang ke final dengan

WowKeren - Meski sudah memastikan satu tiker ke babak final Euro 2012 bukan berarti Jerman akan tampil melempem pada dua laga kualfikasi yang tersisa. Justru sang pelatih, Joachim Loew, meminta agar anak asuhnya tetap tampil garang dan menyapu bersih semua pertandingan, termasuk menghadapi Turki nanti malam, Jumat (7 Oktober).

Loew berpendapat bahwa kualifikasi Piala Eropa 2012 bukanlah pertandingan pemanasan. Selain itu, kompetisi antarnegara terus berjalan positif dan semua tim selalu bermain dengan sungguh-sungguh. "Kami sudah tampil menyakinkan di delapan pertandingan (dan lolos ke final), tapi itu bukan berarti bahwa kami akan kurang kompetitif di sisa pertemuan," Loew. "Kami masih dalam sebuah kompetisi. Ini bukan pertandingan pemanasan, ini kompetisi. Dan kami tidak ingin memberi kesan mempengaruhi persaingan secara negatif."

"Tujuan kami adalah menang 10 dari 10 pertandingan kualifikasi," lanjut Loew. "Itu adalah seruan, tantangan dan motivasi bagi tim."

Der Panzer akan menantang Turki di Stadion Turk Telecom, Istanbul. Tampil di kandang memberikan harapan besar bagi Turki untuk bisa menang demi memperbaiki posisinya di klasemen sementara. Turki harus berebut posisi kedua di Grup A dengan Belgia, untuk tiket playoff.


Jerman sudah bertemu Turki sebelumnya di Stadion Olimpiade, Berlin. Saat itu, Jerman menang 3-0 melalui gol yang disumbangkan Miroslav Klose dan Mesut Ozil.

Sementara itu, gelandang Jerman, Mesut Ozil, berharap tidak dimainkan saat timnya menghadapi Turki. Ini untuk menghindari kemarahan para suporter Turki. Maklum saja, ia masih memiliki garis keturunan dari Turki.

"Saya mencintai Turki seperti yang saya lakukan pada Jerman," kata pemain Real Madrid itu. "Meskipun Jermansudah lolos, bagi saya ini akan menjadi pertandingan paling sulit dari kompetisi."

Sayang harapan Ozil untuk menjadi penonton ditolak Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB). Meski dalam keadaan dilema, ia tetap harus main untuk menunujukkan sikap profesionalismenya. DFB menilai jika hal itu bisa memicu kebiasaan buruk bagi pemain lainnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!