Kominfo Siap Tindak Content Provider Nakal
SerbaSerbi

"Kalau memang ada bukti mengenai content provider yang melakukan penipuan, kami akan serahkan itu ke ranah hukum," kata Tifatul.

WowKeren - Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring, menyatakan pihaknya serius menangani kasus pencurian pulsa yang diduga dilakukan sejumlah content provider (CP). Tifatul akan melaporkan ke polisi jika menemukan bukti kejahatan para CP nakal.

"Kalau memang ada bukti mengenai content provider yang melakukan pelanggaran, penipuan, dan berlaku curang, kami akan serahkan itu ke ranah hukum," kata Tifatul rapat dengan Komisi I DPR, Senin, 10 Oktober. "Jadi tidak akan kami biarkan."

Tifatul menambahkan bahwa pengecekan atau penelusuran CP nakal memang sulit. Karena pelaku pencurian pulsa biasanya menggunakan nomor-nomor yang berbeda.

"Kalau memang ada nomor yang konsisten itu mudah," katanya. "Tapi (nomor) yang berubah tiap SMS, itu sulit."

Selain itu masalah gonta-ganti nomor, kendala lain adalah jumlah pengguna ponsel yang sangat banyak. Di Indonesia ada sekitar 220 juta pelanggan telepon genggam. Jika setiap hari pengguna ponsel melakukan lima kali SMS, maka dalam satu hari bakal ada sekitar 1 miliar SMS.


"Yang jelas, akan ada langkah penegakan hukum. Kami akan lapor ke Bareskrim," lanjut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. "Ini semua data elektronik ada. Siapa yang ketahuan, bisa kami laporkan. Ini langsung saja berhadapan dengan hukum. Yang pasti, jangan sampai mematikan industri."

Menurut Tifatul, masih banyak CP yang benar. Rata-rata CP yang masih sesuai jalur itu bergerak di industri musik.

"Itu jangan sampai kena imbas," ujar Tifatul. "Kita tidak bisa serta-merta menutup, membubarkan, sebab ada juga ketentuan-ketentuan."

Tifatul juga menilai jika kasus pencurian pulsa yang dilakukan oleh CP nakal jumlahnya belum mencapai Rp 100 miliar. Meski demikian ia menegaskan tetap akan mengambil langkah hukum agar uang yang disedot dari masyarakat bisa dikembalikan.

"Saya taksir kerugiannya tidak sampai Rp 100 miliar," ujarnya. "Tidak sampai 10 persen dari nilai bisnis antara operator dan CP yang mencapai Rp 1 triliun per bulan."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait