Pengguna BlackBerry di Indonesia Aman dari Gangguan Jaringan RIM
SerbaSerbi

Tifatul Sembiring mengatakan jika layanan komunikasi telepon selular di tanah air akan tetap berjalan normal.

WowKeren - Pengguna BlackBerry di Indonesia ikut was-was dengan makin meluasnya gangguan jaringan khusus di Research In Motion (RIM). Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menyatakan bahwa pelanggan BlackBerry di tanah air tidak perlu panik menanggapi gagal jaringan tersebut.

Ia mengatakan jika layanan komunikasi telepon selular di tanah air akan tetap berjalan normal. Tifatul juga menyarankan pada Research In Motion (RIM) untuk memperbaiki gangguan yang ada sebelum efeknya menjalar ke Indonesia. Namun begitu, dia menyatakan tidak terlalu memikirkan nasib smartphone asal Kanada itu.

"Cek saja ke kantor BlackBerry, kenapa ada gangguan, tanya saja ke mereka, karena itu adalah corporate, perusahaan," kata Tifatul saat ditemui di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (12 Oktober). "Tapi saya rasa fungsi handphone jalan terus di dalam negeri."

"Karena mereka jualan di sini. Suruh hidupin atau nyalain," ujar politisi PKS itu. "Kenapa istimewa sekali BlackBerry? Itu perusahaan asing, nggak ada urusan."

Kegagalan jaringan khusus di RIM telah membuat jutaan pelanggan BlackBerry di empat benua kini meradang. Pasalnya, mereka tidak bisa menggunakan layanan e-mail, pesan sampai browsing.

Setelah tersendat di Eropa, Timur Tengah, Afrika dan India pada hari Senin (10 Oktober), masalah itu kian melebar ke benua Amerika. Selasa (11 Oktober), giliran pelanggan di Brazil, Chili dan Argentina yang pusing karena gangguan tersebut.


Gangguan ini wajar sangat meresahkan, khususnya di kalangan eksekutif dan politisi. Karena mereka sudah lama bergantung pada layanan BlackBerry milik RIM yang mengandalkan keamanan dan keandalan untuk memberikan email dan pesan lainnya untuk pekerja mobile.

"Delay pada layanan messaging dan browsing telah terjadi," kata keterangan resmi dari RIM. "Itu diakibatkan oleh kegagalan switch utama di dalam infrastruktur RIM."

Perusahaan asal Kanada itu mengelola layanan mereka lewat server yang dipasang di dalam perusahaan dan terhubung ke jaringan khusus melalui sambungan milik operator nirkabel. Seharusnya, jika terjadi kegagalan pada sistem utama, maka layanan akan secara otomatis beralih ke server cadangan.

"Meski sistem sudah didesain untuk beralih ke switch cadangan jika terjadi kegagalan, tetapi ternyata pada kegagalan ini, sistem tidak berfungsi seperti semestinya," lanjut RIM. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan akan terus menginformasikan setiap kemajuan pada pengguna."

RIM sendiri telah menggelar sejumlah pusat operasi jaringan, termasuk mendirikan satu kantor pusat di Waterloo, Ontario, Kanada dan satu lagi di selatan Inggris. Server ini mengelola data dalam jumlah yang sangat besar dan terus mengalir melintasi jaringan tersebut.

RIM menyebutkan, kini mereka tengah berupaya untuk membersihkan sisa-sisa data dalam jumlah besar dan mengembalikan layanan secepatnya. Sehingga gangguan yang terjadi belakangan ini bisa segera dihentikan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!