Pendiri Pesaing Facebook Diduga Bunuh Diri
SerbaSerbi

Polisi belum berani menyimpulkan penyebab kematian Zhitomirskiy secara pasti sebelum mendapat laporan dari tim pemeriksa medis.

WowKeren - Salah satu pendiri Diaspora, Ilya Zhitomirskiy, meninggal dunia di usia yang masih sangat belia yaitu 22 tahun. Diaspora merupakan jejaring sosial seperti Facebook yang didirikan Zhitomirskiy dan tiga mahasiswa New York University pada 24 April 2010.

Seorang sumber yang dekat dengan perusahaan mengatakan kepada CNNMoney jika Zhitomirskiy bunuh diri. Hal itu juga dikatakan seorang anggota kepolisian setempat yang mengatakan bahwa Zhitomirskiy diduga kuat tewas akibat bunuh diri.

Petugas kepolisian San Francisco, Senin (14 November), mengatakan jika peristiwa yang merenggut pemuda tersebut tahun tersebut terjadi pada Sabtu (12 November) pukul 08:10 waktu setempat. Polisi datang ke tempat kejadian setelah menerima panggilan telepon tentang dugaan bunuh diri.

Namun, polisi belum berani menyimpulkan penyebab kematian Zhitomirskiy secara sebelum mendapat laporan dari tim pemeriksa medis. Seorang wakil dari kantor pemeriksaan San Francisco mengatakan bahwa konfirmasi penyebab kematian adalah proses yang bisa memakan waktu sampai berminggu-minggu.

Juru bicara Diaspora, Peter Schurman, mengakui kabar tentang kematian Zhitomirskiy namun menolak memberikan komentar yang lebih spesifik. "Kami semua sangat sedih bahwa Ilya telah berpulang," kata Schurman.


Teman dan penggemar Zhitomirskiy turut merasakan kehilangan. Mereka mengungkapkan kesedihan mereka atas kepergian pengusaha muda itu melalui Twitter.

"Ini sangat #sad; Saya juga berharap tim @joindiaspora tabah dan kuat," kata salah satu penggemar. "Terkejut dan sangat menyedihkan bagi dunia bahwa teman saya @zhitomirskiyi, pendiri Diaspora, sudah mati... Dunia membutuhkan suaranya," tulis Aza Raskin.

Zhitomirskiy merupakan mahasiswa New York University dan mendirikan Diaspora bersama tiga rekannya Maxwell Salzberg, Daniel Grippi dan Raphael Sofaer. Diaspora merupakan suatu jaringan sosial di internet yang diposisikan sebagai aplikasi open source alternatif selain Facebook. Mereka mencari dana untuk proyek tersebut melalui situs pendanaan Kickstarter.

Di luar dugaan, mereka berhasil mengumpulkan dana 10 ribu dolar atau sekitar Rp 89,6 juta dalam 12 hari. Dalam 39 hari, mereka mendapatkan total dana sebesar 200 ribu dolar (Rp 1,79 miliar) dari 6.500 donor, termasuk CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Dalam sebuah artikel blog bulan lalu, Diaspora mengharapkan donor lebih banyak. Namun, pada 19 Oktober, para pendirinya menyebutkan, PayPal secara misterius dan sewenang-wenang membekukan sumbangan setiap donor. Namun, PayPal kemudian membuka keran dana itu.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!