"Mereka punya pemain sayap yang cepat dan dua striker dengan pergerakan bagus, juga mobilitas tinggi," kata Rahmad Darmawan.
- Tim WowKeren
- Jumat, 18 November 2011 - 09:00 WIB
WowKeren - Indonesia harus puas menjadi runner up grup A setelah kalah di laga terakhir penyisihan grup dari Malaysia dengan skor tipis 0-1. Di babak semifinal, pasukan Rahmad Darmawan akan menghadapi juara grup B, Vietnam.
Vietnam merupakan salah satu tim kuat di SEA Games. Rahmad mengakui jika Vietnam adalah tim yang patut diwaspadai karena punya mobilitas dan agresivitas tinggi.
"Vietnam adalah tim dengan agresivitas yang bagus. Mereka punya pemain sayap yang cepat dan dua striker dengan pergerakan hebat, juga mobilitas tinggi," kata RD, sapaan Rahmad. "Itu yang saya lihat dari partai pertama dan kedua mereka."
"Mereka lebih fokus ke pertahanan dan sesekali mengandalkan serangan balik," lanjut pelatih asal Lampung tersebut. "Secara umum, Vietnam dan Myanmar hampir sama, hanya gaya permainan saja yang berbeda."
Rahmad mengaku sudah siap menghadapi lawan manapun di partai semifinal, termasuk Vietnam. Makanya, mantan pelatih Sriwijaya FC itu mengantisipasinya dengan mengistirahatkan beberapa pemainnya kala menjamu Malaysia kemarin malam.
Ada enam pemain inti yang disimpan seperti Patrich Wanggai, Kurnia Mega, Abdulrahman, Hasyim Kipuew, Egi Melgiansyah, Diego Michel dan Oktovianus Maniani. Di babak kedua, Rahmad memasukkan Egi, Diego dan Okto. Kehadiran mereka sempat menghidupkan permainan Timnas U-23, sayang tidak ada yang berbuah gol.
Rahmad membantah jika menyimpan beberapa pemain pilarnya menjadi faktor utama kekalahan dari Malaysia. Menurutnya, kemampuan semua pemainnya merata.
"Proses rotasi harus saya lakukan karena ini resolusi kita untuk menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Rahmd. "Saya selalu melihat kinerja tim, tidak hanya satu sampai dua hari. Saya ikuti kemampuan mereka dari awal pembentukan dan juga dari beberapa uji coba. Saya merasa tidak ada perbedaan antara pemain utama dan cadangan."
Menanggapi kekalahan dari Malaysia, Rahmad mengakui timnya tidak tampil maksimal, khususnya di babak pertama. Pelatih asal Lampung ini menilai organisasi permainan yang dikembangkan tidak berjalan dengan baik. Ia berharap kekalahan tersebut menjadi cambuk bagi Titus Bonai dkk untuk tampil lebih bringas saat melawan Vietnam.
"Saya harap kekalahan ini adalah pukulan untuk bangkit. Semoga ini bisa memotivasi pemain untuk kita lebih baik di laga selanjutnya," ungkap Rahmad. "Pertandingan ini penting, tetapi saya tekanan bahwa pertandingan Sabtu besok (semifinal) yang lebih penting. Saya tahu mereka kecewa, semoga kemenangan besok akan menghapus kekecewaan ini."
Rahmad juga meminta maaf kepada puluhan ribu suporter Indonesia yang sudah memadati stadion Gelora Bung Karno. Dia menilai dukungan penonton kepada timnya sangat luar biasa.
(wk/)