Samsung Rogoh Kocek Rp 8,5 Triliun Untuk Kuasai Pasar Layar Smartphone
SerbaSerbi

Samsung telah membeli saham Sony agar bisa memiliki sepenuhnya teknologi layar S-LCD yang dikembangkan dua perusahaan tersebut sejak 2004.

WowKeren - Samsung Electronics tak ingin terlalu lama bermitra dengan salah satu pesaingnya, Sony. Agar bisa menguasai pangsa pasar layar smartphone, Samsung membeli saham Sony untuk pengembangan teknologi S-LCD.

Nominal pembelian saham itu mencapai USD 939 juta atau setara Rp 8.5 Triliun. Pengambilalihan saham ini rencananya rampung Januari 2012. Dengan akuisisi ini, Samsung otomatis akan menjadi vendor pembuat LCD terbesar di dunia.

"Dengan maksud merespon kondisi dan memperkuat kompetisi pasar, dua perusahaan (Sony dan Samsung) sepakat untuk mengubah kesepakatan bisnis panel LCD," demikian kata pihak Samsung. "Berdasarkan perjanjian tersebut, Samsung akan mengakuisisi saham Sony di S-LCD Corporation, perusahaan kerjasama antara Samsung dan Sony dalam hal pembuatan panel S-LCD, yang kini akan dimiliki sepenuhnya oleh Samsung."


Teknologi S-LCD dikembangkan oleh duet Samsung-Sony sejak 2004 dan kini telah memiliki aset senilai USD 1,08 Triliun. Di mata Sony, akuisisi tersebut justru menguntungkan karena industri LCD sedang mengalami penurunan semenjak krisis ekonomi 2008 lalu. Akibat krisis tersebut, seluruh vendor terpaksa menurunkan harga karena kurangnya permintaan barang.

Teknologi S-LCD dikembangkan untuk meningkatkan intensitas kecerahan layar smartphone. Meski begitu, teknologi tersebut masih kalah unggul dari Active Matrix Organic Light Emitting Diode (AMOLED) yang dinilai lebih sempurna dalam hal meningkatkan kualitas warna pada layar smartphone.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!