Bekerjasama dengan grup LulzSec offshoot, Anonymous akan menyerang sistem keamanan lembaga hukum dan penjara sebagai bentuk solidaritas pada narapidana.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 31 Desember 2011 - 10:48 WIB
WowKeren - Sama seperti saat Natal (25 Desember) lalu, grup hacker Anonymous yang sebelumnya mencuri lebih dari 9 ribu kartu kredit aktif, akan membuat kehebohan di malam Tahun Baru, Jumat (31/12). Jika sebelumnya mereka membobol sistem keamanan perusahaan analis intelejen, Stratfor, AntiSec (grup gabungan hacker Anonymous dan LulzSec offshoot) berjanji akan mengacak-acak data di sejumlah lembaga hukum di dunia.
"Saat malam Tahun Baru, akan ada 'demonstrasi' di lembaga pemasyarakatan di seluruh dunia sebagai solidaritas pada para narapidana," kata salah seorang hacker di situs Pastebin.com. "Di tanggal 31, kami akan meluncurkan kontribusi kami untuk 'Project Mayhem' (istilah untuk organisasi anti materialis dan anti corporate organization) dengan menyerang lembaga hukum di berbagai wilayah."
Tak hanya itu, hacker juga mengungkapkan informasi terbaru soal data yang mereka curi dari Stratfor, perusahaan dengan klien penting seperti pemerintah Amerika Serikat, Microsoft dan Apple. Sang hacker juga sempat mengunggah link berisi data ke sejumlah situs. Namun demi mencegah meluasnya masalah, sebagian situs telah menghapus data tersebut.
"Waktunya membuang 75 ribu nama, alamat, password milik klien yang pernah membayar ke Stratfor. Tapi tak hanya itu, kami juga membuang data 860 ribu nama user, alamat email, dan password milik siapapun yang menjadi klien Stratfor," demikian bunyi pernyataan sang hacker. "Tahukah kalian kalau dari 860 ribu email itu, 50 ribu-nya berakhiran .mil dan .gov (nama domain untuk situs pemerintah dan militer)?"
"Kami sedikit bersimpati pada pegawai DHS dan jutawan Australia yang akun banknya kami bobol. Tapi apa yang bisa kalian harapkan?" lanjut hacker. "Selama ini, kita telah diam-diam dirampok dengan brutal oleh politisi dan agensi pemerintah korup. Dan ini saatnya kami membalas dendam."
Pihak Stratfor hingga kini masih menyelidiki pencurian data di perusahaan dan meminta maaf pada klien atas peristiwa tersebut. "Saya meminta maaf atas peristiwa yang tak mengenakkan ini. Penyelidikan kami dan kerjasama dengan aparat hukum masih berlangsung dan kami akan terus memberikan update informasi terbaru," kata CEO Stratfor, George Friedman.
(wk/)