Kongres yang akan digelar untuk mengkritisi kepemimpinan Djohar Arifin itu dijadwalkan ulang demi mematuhi aturan FIFA dan AFC.
- Tim WowKeren
- Senin, 23 Januari 2012 - 08:24 WIB
WowKeren - Kepemimpinan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin masih belum tergoyahkan. Pasalnya, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) memundurkan jadwal Kongres Luar Biasa yang sebelumnya akan digelar di Surabaya, 6 Maret.
Menurut Sekjen KPSI Hinca Pandjaitan, agenda KLB perlu dijadwalkan ulang demi mematuhi surat FIFA dan AFC yang meminta PSSI segera menggelar Kongres Tahunan. "Dengan tetap menghormati anjuran FIFA dan AFC, Kongres Luar Biasa tetap dijalankan, tanggal 9 Maret 2012 segera setelah PSSI offside (melewati batas)," kata Hinca, saat Pra Kongres KPSI, Sabtu (21/1) malam di Swiss Bell Hotel, Jakarta.
Oleh FIFA dan AFC, PSSI diwajibkan mengirimkan undangan bagi klub-klub yang menjadi anggota meski mereka berlaga di liga ilegal, Indonesia Super League (ISL). "Jika klub ISL tidak diundang dalam Kongres Tahunan, maka PSSI sudah offside," tegas Hinca.
Sementara itu, PSSI telah memberikan sanksi bagi siapa saja yang ikut di Pra Kongres KPSI. Acara tersebut dihadiri 542 anggota PSSI yang terdiri dari 25 Pengprov dan sisanya 527 berasal dari klub mulai dari Liga Super hingga Divisi III. Pra Kongres ini dipantau perwakilan Komisi X DPR RI, Djamal Azis, dan perwakilan KONI Pusat, Kebid. Bidang Organisasi, Sudirman.
"Ketua Umum sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh anggota untuk tidak mengikuti aktivitas di luar PSSI, termasuk menghadiri pra kongres," ungkap Deputy Sekjen Bidang Kompetisi Saleh Mukadar. "PSSI tidak akan segan memberikan sanksi kepada anggota PSSI yang hadir dalam pra kongres. Sanksinya apa, pasal apa yang dilanggar? itu nantinya akan diteruskan kepada Komisi Disiplin tentunya."
(wk/)