PSSI Dukung Polisi Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Putuskan Hentikan Liga 1 Sepekan
Instagram/mochamadiriawan84
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Iriawan mengatakan bahwa PSSI mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. Apalagi kejadian ini sangat membuat nama sepak bola Indonesia semakin buruk.

WowKeren - Sebanyak lebih dari 100 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya. Dalam siaran persnya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyampaikan belasungkawa atas tragedi mengerikan tersebut di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10).

Laga lanjutan Liga 1 2022-2023 di mana Arema FC melawan Persebaya Surabaya ini berakhir ricuh. Pasca Arema kalah dari Persebaya dengan skor 2-3, suporter tim tersebut turun ke lapangan untuk meluapkan kemarahan. Situasi semakin kacau karena polisi menembakkan gas air mata.

"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang," kata Iriawan dikutip dari situs resmi PSSI.

Laporan yang berkembang di lapangan, tragedi Kanjuruhan ini membawa korban puluhan jiwa melayang. Bahkan kabar yang beredar korban jiwa menembus di atas 100 orang. Jika benar, maka tragedi Kanjuruhan adalah salah satu tragedi sepak bola paling mengerikan dalam sejarah dunia.


Terkait kericuhan yang memakan banyak korban jiwa ini, Iriawan menambahkan bahwa PSSI mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. Apalagi kejadian ini sangat membuat nama sepak bola Indonesia semakin buruk.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022-2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," ujar Iriawan. Hingga saat ini, Ketua Umum PSSI terus berkoordinasi dengan pihak internal PSSI dan eksternal.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengungkapkan bahwa dua di antara korban meninggal adalah anggota Polri dan sebanyak 34 korban meninggal di rumah sakit dan sisanya tewas di stadion. "Lalu ada 13 mobil yang rusak. 10 di antaranya mobil dinas Polri dan juga ada mobil pribadi," lanjutnya.

Kapolda Nico membeberkan bahwa tragedi ini terjadi karena rasa kecewa suporter Arema karena kalah dari Persebaya di kandang sendiri. Para suporter kemudian turun ke tengah lapangan untuk pelampiasan kemarahan.

(wk/dewi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel