Frank Hutapea mengungkapkan hubungan yang renggang dengan Hotman Paris dan membuka kantor hukum sendiri.
- Minggu, 19 Juli 2026 - 01:32 WIB
WowKeren - Hubungan antara pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea dan putra sulungnya, Frank Alexander Hutapea, kini tengah menjadi perbincangan hangat publik. Hal ini terjadi setelah Frank memberikan sindiran keras kepada ayahnya setelah Hotman menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
Perdebatan ini dimulai ketika seorang pengguna media sosial mempertanyakan alasan Hotman bersedia menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah. Frank Alexander Hutapea kemudian memberikan balasan yang menyinggung pernyataan ayahnya tentang tidak mengejar uang dalam kasus tersebut. Ia bahkan membawa pengalaman keluarga dengan menyinggung angpao pada pernikahan adiknya, Fritz Hutapea, dengan pernyataan, "Halah kebanyakan pencitraan Fritz Married aja angpaonya lo ambil ala ala ga mau duit," ujar Frank.
Sindiran tersebut membuat publik penasaran mengenai hubungan antara Frank dan Hotman. Terungkap bahwa Frank sudah tidak bertegur sapa dengan ayahnya selama satu tahun. Hal ini diketahui saat Frank membalas komentar netizen yang menyarankan agar ia berbicara langsung dengan Hotman dan bukan melalui media sosial. "Sudah satu tahun tidak bertegur sapa," jawab Frank, menegaskan betapa jauh jarak antara mereka.
Lebih lanjut, Frank juga mengungkapkan bahwa ia telah memilih jalan yang berbeda dari sang ayah, dengan membuka kantor hukum sendiri. "Sudah pisah jalan, makanya buka kantor sendiri," kata Frank, yang mencerminkan keputusan berani untuk berdiri di jalannya sendiri tanpa bergantung pada nama besar ayahnya.
Di sisi lain, pada tanggal 17 Juli 2026, Hotman Paris menggelar konferensi pers di Kejaksaan Agung setelah mendampingi Febrie Adriansyah. Dalam konferensinya, Hotman menjelaskan alasan mengapa ia bersedia menjadi kuasa hukum Febrie, dengan menyatakan bahwa ia merasa terpanggil untuk membantu. Ia menilai mantan Jampidsus tersebut memiliki rekam jejak yang baik dalam mengembalikan aset dan kerugian negara dalam berbagai kasus korupsi.
"Saya melihat merasa miris kenapa jampidus itu adalah yang dibanggakan presiden Prabowo karena dengan dia negara mendapatkan sebagai satgas PKH mendapatkan Rp 300 T dalam satu tahun," ungkap Hotman Paris, menunjukkan betapa pentingnya peran Febrie dalam upaya pengembalian aset negara.
Hotman juga menjelaskan bahwa selama menjabat sebagai Jampidsus, Febrie berhasil mengembalikan kerugian negara sekitar Rp 130 triliun dari berbagai kasus. Ditambahkan dengan capaian Satgas PKH, total nilai yang berhasil dikembalikan ke negara mencapai sekitar Rp 430 triliun, yang menunjukkan dampak signifikan dari kerja Febrie selama ini.
(wk/timw)