RD justru merasa tudingan itu harusnya dilontarkan pada PSSI yang melarang pemain Indonesia membela timnas hanya karena ikut ISL.
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 Januari 2012 - 11:15 WIB
WowKeren - Rahmad Darmawan geram dengan tudingan tak punya jiwa nasionalisme karena mundur dari Timnas U-23. Ia dianggap berkhianat setelah bergabung dengan Pelita Jaya yang dianggap PSSI bermain di kompetisi ilegal.
"Sekarang saat saya keluar dari Timnas U-23 dan memilih Pelita Jaya, banyak orang mempertanyakan rasa nasionalisme saya," ujar RD. "Justru saya yang sekarang balik mempertanyakan mana jiwa nasionalisme pihak yang melarang pemain (Indonesia) membela timnas."
Menurut mantan atasan Aji Santoso itu, pertanyaan tersebut seharusnya ditujukan ke PSSI. Ia tak sepakat karena para pemain yang punya paspor dan KTP Indonesia berhak untuk memperkuat timnas.
"Ketika menangani Timnas U-23, saya dipesan untuk memilih pemain mana saja tanpa melihat mereka bermain di liga IPL atau ISL," kata RD. "Dan itu memang kemauan saya tanpa membeda-bedakan pemain."
Sementara itu, salah satu pemain andalan Indonesia yang juga di Pelita Jaya, Victor Igbonefo, merasa dirugikan dengan larangan PSSI. Ia dilema antara ingin membela timnas tetapi juga masih terikat kontrak dengan Pelita Jaya.
"Saya berharap dalam waktu yang tidak lama, masalah cepat selesai. Tujuan saya WNI memang untuk timnas, karena main di ISL mereka tidak mau panggil," ujar Victor yang sebelumnya memperkuat tim Indonesia Selection saat melawan David Beckham cs. "Di IPL dan ISL ada pemain berbakat, jadi saya pikir timnas bisa diambil dari dan IPL dan ISL. Aku tidak mungkin meninggalkan Pelita, hanya karena masalah timnas. Aku masih ada kontrak tiga tahun."
(wk/)