Twitter Diprotes Pengguna Karena Terapkan Sensor
SerbaSerbi

Para pengguna Twitter di seluruh dunia beramai-ramai menolak peraturan sensor dengan memasang hastag #TwitterBlackout dan #TwitterProtest.

WowKeren - Twitter mengumumkan telah mengembangkan teknologi sehingga dapat melakukan sensor pesan di negara-negara tertentu, Kamis (26/1). Keputusan itu kini mendapatkan respon negatif dari penggunanya.

Pengguna Twitter yang merasa tidak terima akhirnya membuat aksi penolakan. Mereka menyebarkan pesan ke seluruh dunia lewat hashtag #TwitterCensored, #TwitterBlackout dan #TwitterProtest. Hastag tersebut akhirnya menjadi trending topic.

Pengguna mengeluhkan Twitter seharusnya tidak membatasi hak mereka untuk berekspresi dengan menyensor pesan. Anonymous juga bereaksi terhadap peraturan baru tersebut. Melalui akun Twitter, @AnonOps, mereka mengancam akan memboikot Twitter, Sabtu (28/1).


"Sebarkan pada dunia #TwitterBlackout," tulis Anonymous. "Aku tidak akan menulis tweet selama sehari penuh di 28 Januari terkait peraturan sensor dari #Twitter."

Dulu Twitter harus mencabut satu Tweet dari jaringan global bila mendapat permintaan dari satu pemerintahan untuk menghapusnya. Kini jejaring sosial itu memiliki mekanisme untuk memberitahu pengguna bahwa Tweet mereka diblok.

"Kami terus berkembang secara internasional, dan kami memasuki negara-negara yang memiliki konsep berbeda tentang kebebasan berekspresi," kata Twitter dalam pernyataannya. "Mulai hari ini, kami dapat memblokir satu pesan dari pengguna di satu negara. Namun pesan itu tetap dapat dibaca di negara-negara lain."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!