Dean du Plesis melakukannya dengan cara membedakan suara-suara di lapangan sehingga mendapat gambaran pertandingan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 22 Februari 2012 - 09:15 WIB
WowKeren - Keterbatasan fisik memang bukanlah halangan untuk bekerja di bidang yang biasa ditekuni orang normal. Begitupun dengan Dean du Plesis yang berprofesi sebagai komentator olahraga meski kedua matanya buta. Bahkan ia terkenal sebagai komentator kriket papan atas.
Dean benar-benar mengandalkan pendengarannya untuk menjalankan pekerjaan ini. Melalui mikrofon ia mendengarkan suara-suara di lapangan untuk membedakan karakteristik tiap pemain. Dari situ pria asal Zimbabwe ini mampu menggambarkan apa yang sedang terjadi di lapangan.
"Jika mikrofon dimatikan aku benar-benar menjadi buta," ungkap Dean. "Setelah mengikuti pertandingan selama lebih dari 20 tahun dan menjadi komentator 10 tahun lamanya, aku bisa tahu apa yang pemain lakukan tanpa melihat langsung jalannya pertandingan."
Selain jadi komentator, sehari-hari Dean bekerja di radio, pengisi buletin olahraga dan kolom surat kabar. Ia melakukannya dengan cara menulis melalui rekaman suara. Kebutaan sejak lahir tidak menghalangi Dean menekuni profesi yang nyaris mustahil dilakukan orang sepertinya.
"Aku lahir dengan tumor di kedua retina mataku. Aku diperkirakan hanya dapat bertahan hidup selama tiga sampai lima bulan saja," lanjut Dean. "Tapi sekarang aku berusia 35 dan memiliki kedudukan yang bagus."
(wk/)