Anggota Komite Etik PSSI, Habil Marati, mengungkapkan kalau KPSI sengaja menciptakan situasi agar bisa mengambil alih PSSI.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 Maret 2012 - 11:29 WIB
WowKeren - Salah satu anggota Komite Etik PSSI, Habil Marati, menganggap KPSI punya rencana lain dibalik usaha untuk membenahi sepak bola tanah air. Menurut Habil, organisasi yang diketuai Toni Apriliani itu hanya ingin merongrong kepemimpinan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin.
"Mereka sengaja menciptakan situasi yang menyudutkan PSSI hingga akhirnya terjadi upaya pengambilalihan PSSI beserta aset-asetnya," kata Habil. "Mereka (KPSI) bertujuan mencari perhatian FIFA agar nantinya bisa diakomodasi untuk kembali masuk ke PSSI."
Habil berpesan agar Djohar dan jajaran pengurus PSSI resmi lainnya tetap berpedoman pada aturan FIFA. "Tidak perlu pusing-pusing memikirkan sikap KPSI yang berusaha menjatuhkan PSSI dengan terus membangun opini negatif. PSSI harus bisa bertahan," ujar Habil.
Ditambahkan Habil, PSSI telah memberikan opsi agar kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) dilebur. Sayangnya KPSI kurang memberikan respon bagus atas usulan itu.
"Upaya positif itu tidak digubris," tegas Habil. "Selain itu, PSSI juga sudah melakukan tawaran merger kompetisi IPL dengan ISL. Termasuk me-merger pengelolanya. Sayangnya, tawaran bagus tetap tidak diterima."
(wk/)