Produsen BlackBerry Tuai Kerugian Rp 1,1 Triliun
SerbaSerbi

Vendor BlackBerry, Research in Motion, gagal bersaing di pasar smartphone hingga mengalami kerugian bersih di kuartal keempat ini, USD 125 juta.

WowKeren - Research in Motion (RIM) mengungkapkan laporan keuangan terbaru. Vendor BlackBerry ini telah membukukan kerugian bersih USD 125 juta atau setara Rp 1,1 triliun untuk kuartal keempat.

Padahal untuk kuartal yang sama di tahun sebelumnya, RIM berhasil menarik untung mencapai USD 418 juta atau lebih dari Rp 3 triliun. Untuk tahun ini, RIM mengapalkan 11,1 juta smartphone BlackBerry dan 500 ribu BlackBerry PlayBook dalam kuartal keempat. Meski jumlahnya cukup banyak, RIM hanya meraih keuntungan sebesar USD 4,2 miliar atau sekitar Rp 370 triliun. Jumlah tersebut turun 25 persen dari tahun lalu.

Penurunan keuntungan tersebut juga disadari oleh CEO baru RIM, Thorsten Heins. CEO yang menggantikan posisi Jim Balsillie dan Mike Lazaridis itu mengaku optimis kalau keuntungan perusahaan akan kembali meningkat.


"Kami percaya bahwa BlackBerry tak bisa sukses jika kita mencoba menyenangkan semua orang. Karena itu, kami berencana membangun kekuatan kami. Saya telah memeriksa beberapa aspek bisnis RIM dalam 10 minggu," kata Thorsten. "Saya menyatakan bahwa perusahaan punya kekuatan substansial yang bisa meningkatkan performa finansial kami seperti jaringan infrastruktur global RIM, penawaran produk yang kuat di enterprise dan pelanggan sejumlah 77 juta orang."

Target selanjutnya yakni menyiapkan sistem operasi BlackBerry 10 demi meningkatkan performa smartphone. Strategi ini untuk menghadapi dominasi Android dan iPhone di berbagai wilayah di dunia.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!