Twitter menuntut TweetAttacks, TweetAdder, TweetBuddy, Troption dan Justinlover ke Pengadilan San Fransisco untuk melindungi para pengguna.
- Tim WowKeren
- Jumat, 06 April 2012 - 14:50 WIB
WowKeren - Siapapun pengguna internet tidak suka dengan adanya spam, begitupun Twitter. Perusahaan itu akhirnya mengambil langkah tegas untuk menaklukkan para penyebar spam. Lima pengembang alat spam pun mereka seret ke ranah hukum.
Twitter memperkarakan TweetAttacks, TweetAdder, TweetBuddy, Troption dan Justinlover ke Pengadilan San Fransisco, Kamis (5/4). Alat itu berfungsi dengan menyediakan software yang dapat diunggah yang memudahkan pengguna melakukan tweet dan direct message secara otomatis. Misalnya, Justinlover yang digunakan untuk membuat Justin Bieber mem-follow mereka.
"Tim kami terus berusaha memerangi para spammer dan hari ini kami menambahkan senjata yaitu dengan hukum," tulis Twitter dalam pernyataannya. "Dengan tuntutan ini kami membidik sumber utamanya. Mereka yang memudahkan spammer lain terlibat dalam kegiatan yang mengganggu ini. "
Selain menggunakan jalur hukum, Twitter juga menggandeng perusahaan anti-malware, Dasient. Melalui teknologi itu mereka bisa menganalisa apakah link yang di-tweet menuju ke spam atau bukan. Pengguna juga akan dimudahkan untuk melaporkan atau mengeblok spam.
Tidak hanya Twitter, aksi serupa juga pernah dilakukan Facebook dan Google. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu pernah melawan "likejackers" yang menipu pengguna untuk mengklik "like". Sedangkan Google menuntut spammer yang menggunakan tipuan bidang farmasi dan bekerja dari rumah.
(wk/)