Menurut Butet, sangat dangkal jika menilai film kisah kepahlawanan Uskup Soegija tersebut dibuat dengan maksud mempengaruhi seseorang untuk berpindah agama.
- Tim WowKeren
- Kamis, 17 Mei 2012 - 08:55 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, beredar isu rencana untuk memboikot film "Soegija" via BlackBerry Messenger dan Twitter. Alasan utamanya, film arahan sutradara Garin Nugroho ini dinilai mengandung unsur Kristenisasi. Meski belum dipastikan kebenarannya, salah seorang aktor di film itu, Butet Kertaradjasa, merasa perlu menegaskan kalau "Soegija" lebih fokus pada aksi kepahlawanan uskup pertama dari Jawa itu.
"Tidak akan ada iman seseorang itu berubah hanya karena menonton karya seni. Saya kasihan kenapa orang berpikir sedangkal itu. Sama halnya dengan orang beli makan nanya ini yang masak agama apa," ujar Butet saat berada di Ballroom Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta, Selasa (16/5). "Ini film tentang manusia yaitu seorang uskup pertama di zaman perang. Banyak perannya untuk negara ini salah satunya menghentikan perang 5 hari di Semarang antara Jepang, gerilyawan dan pasukan Belanda."
Butet berharap film yang juga dibintangi Olga Lydia, Nirwan Dewanto dan Annisa Hertami Kusumastuti tersebut bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia. "Film ini untuk menunjukkan bagaimana harus bersikap dalam situasi yang tidak stabil," tegasnya.
Akan rilis bulan depan, "Soegija" berkisah tentang perjuangan Mgr Soegijapranata pada masa kemerdekaan Indonesia. Selain menjadi Uskup Katolik, ia merupakan penulis untuk media luar negeri sebagai bentuk diplomasi terhadap penjajah. Soegija juga memindahkan Keuskupan Semarang ke Yogyakarta sebagai bentuk solidaritas atas kepindahan ibukota RI dari Jakarta ke Yogyakarta.
(wk/)