Bulutangkis Indonesia Harus Disiplin Demi Kembalikan Tradisi Emas Olimpiade
SerbaSerbi

Pebulutangkis peraih medali emas di era 2000, Candra Wijaya, juga merasa pengurus PBSI perlu terbuka untuk memunculkan pemain dan pelatih berkualitas dunia.

WowKeren - Salah satu legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, menyesalkan kegagalan tim Merah Putih menyumbangkan emas di Olimpiade 2012. Menurut peraih medali emas di Olimpiade (Sidney tahun 2000) dan SEA Games (1997, 2001) tersebut, Indonesia masih butuh waktu jika ingin mengembalikan tradisi emas di Olimpiade.

"Yang jelas, kita terlalu lengah dan kurang keras mendisiplinkan para atlet. Pengurus PBSI harus terbuka dan punya terobosan baru, misalnya memunculkan pemain muda berkualitas dunia," ujar Candra di Cengkareng, Jakarta Barat, baru-baru ini. "Belum ada pengganti Taufik Hidayat, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro di nomor tunggal putra. Dionysius Hayom dan yang lainnya belum bisa. Pelapis Owi (Tontowi Ahmad) dan Butet (Lilyana Natsir) juga belum ada. Cari lagi yang di bawah mereka."


Atlet yang biasa berlaga di nomor ganda putra tersebut juga mengkritisi pemilihan pelatih. Seharusnya pelatih muda juga bisa dilibatkan terutama dalam kompetisi internasional.

"Berikan kesempatan bagi para pelatih muda, tapi harus dengan kontrak jelas dan bayaran yang wajar. Lalu berikan target yang jelas sehingga tidak ragu mencoret apabila gagal," kata Candra. "Sudah dua generasi (pemain yang pantas jadi pelatih) hilang. Tony (Gunawan) sudah ke Amerika. Rexi Mainaky keluar. Ini harus segera diubah."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!