Ketua Umum PSSI Djohar Arifin merasa tak punya kapasitas membahas kasus Tibo yang mengaku-aku sebagai pemain Persebaya demi gabung ke klub Thailand.
- Tim WowKeren
- Rabu, 08 Agustus 2012 - 08:57 WIB
WowKeren - PSSI memilih bungkam saat dimintai pendapat terkait kasus Titus Bonai. Pemain Timnas Indonesia ini membuat masalah dengan mangkir dari kontraknya dengan klub Persipura, mencatut nama Persebaya Surabaya yang akhirnya berimbas dengan pemecatannya sebagai pemain baru klub Thailand BEC Tero Sasana.
Agar bisa bergabung di Thailand, Tibo menggandeng Llano Mahardika, eks CEO Persebaya dan staf departemen kompetisi PT LPIS, yang mengaku sebagai agennya. Karena itu, PSSI merasa PT LPIS yang punya wewenang menangani masalah ini.
"Silahkan tanya kepada Pak Widja (CEO PT. LPIS Widjajanto) sebagai orang yang paling pas menjawab soal ini," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, Selasa (7/8). "Beliau yang tahu pasti karena ini menyangkut liga. Bukan kapasitas saya untuk membeberkan masalah ini."
Sementara itu, Widjajanto berjanji akan menyelidiki kasus tersebut dengan tuntas. "Kami masih terus mencari bukti yang ada. Jangan sampai nanti ini menjadi fitnah atau sekedar pencemaran nama baik. Kalau terbukti LPIS akan jatuhkan hukuman kepada yang bersangkutan," ujarnya.
Hingga saat ini Llano memilih menghindar dari tanggung jawab. Ia tak membalas pesan ketika dihubungi oleh wartawan. Sedangkan CEO Persebaya, Gede Widiade, yang tak pernah mengeluarkan surat resmi kalau Tibo adalah pemain Bajul Ijo berencana memperkarakan kasus tersebut ke meja hijau.
"Semua yang berkolaborasi dalam kasus ini, dan menggunakan nama Persebaya harus dipidanakan," kata Gede. "Ini namanya melecehkan nama besar Persebaya dengan memanipulasi data."
Masalah soal tudingan mangkir dari kontrak ini juga dialami oleh Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman dan Firman Utina yang dimusuhi oleh klub masing-masing. Manajemen Persija Jakarta tak masalah jika melepas Bepe setelah sang kapten memilih gabung timnas. Begitu pula dengan Sriwijaya FC yang berang dan ingin memberi sanksi pada Ponaryo maupun Firman.
(wk/)