Kericuhan belum pasti segera berakhir karena Hadiyandra selaku pengganti Sekjen PSSI tak menganggap sah kesepakatan Tri Goestoro dengan anggota Joint Committee lainnya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 07 September 2012 - 14:52 WIB
WowKeren - PSSI dan KPSI saat ini masih belum kunjung berdamai. Situasi diprediksi akan makin memanas setelah mundurnya Sekjen PSSI, Tri Goestoro, Senin (3/9).
Pasalnya, segala perjanjian antara Tri dengan kubu KPSI, Joko Driyono, di Joint Committee dianggap tidak sah. Sebelumnya, Tri sempat bertemu Joko sehari setelah pengunduran dirinya.
"Dia sudah mundur. Jadi apa yang mereka hasilkan tak akan berpengaruh apa-apa," kata Hadiyandra yang ditunjuk Ketua Umum PSSI Djohar Arifin sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI menggantikan Tri. "Tidak ada kesepakatan karena Tri Goestoro sudah bukan sekjen lagi
"Intinya timnas tidak akan dibahas dalam Joint Committee," kata Hadiyandra. "Itu sesuai MoU (perjanjian) yang ditandatangani oleh PSSI, penyelenggara ISL (Indonesia Super League) dan KPSI (Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia)."
Hal ini berarti PSSI hanya akan fokus ke masalah penyatuan kompetisi Liga Profesional atau top league, pengembalian empat anggota Executive committee (Exco), revisi statuta PSSI, permasalahan asosiasi dan persiapan kongres PSSI. Padahal KPSI menginginkan agar masalah timnas juga dibahas di Joint Comittee.
Pihak Joko Driyono yang sempat ditemui Tri secara pribadi tak ingin berkomentar banyak. CEO PT Liga Indonesia (penyelenggara ISL) ini hanya ingin konflik dualisme organisasi dan timnas bisa segera rampung.
"Esensi saya datang menemui pak Tri sebelumnya adalah untuk membangun komunikasi yang lebih produktif," kata Joko. "Untuk proses di Joint Committee."
(wk/)