Icuk tak menyangka kalau ia kalah dari Menperindag Gita Wirjawan lewat pertemuan pendahuluan sebelum mempresentasikan visi misinya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 22 September 2012 - 10:41 WIB
WowKeren - Eks bintang bulutangkis Tanah Air, Icuk Sugiarto, naik pitam dengan sistem penyelenggaraan pemilihan Ketua PBSI. Icuk berencana melayangkan gugatan ke Badan Arbitrasi Olahraga Indonesia (BAORI) setelah Musyawarah Nasional (Munas) PBSI menetapkan Menperindag Gita Wirjawan sebagai Ketua Umum periode 2012-2016.
"Saya ini ibarat pebulutangkis yang mau bertanding, saya belum pakai sepatu tapi oleh wasit sudah dinyatakan kalah," tutur Icuk. "Kalaupun kalah saya bisa terima asalkan dengan cara-cara yang benar, tidak seperti ini."
Icuk dan Gita merupakan 2 kandidat kuat untuk pemilihan Ketum menggantikan Djoko Santoso. Seharusnya pemilihan yang digelar di Yogyakarta ini dijadwalkan pukul 16:00 WIB. Ironisnya, Ketua Pengda PBSI Yogyakarta, Koesdarto, malah menawarkan pada peserta munas untuk melakukan aklamasi dengan berpatokan pada suara 27 pengda yang mencalonkan Gita.
Dengan asumsi yang merujuk pada pertemuan pandangan umum dari masing-masing Pengda PBSI pukul 08:00 WIB, terpilihlah Gita sebagai Ketum PBSI yang baru. Padahal saat keputusan tersebut ditetapkan, Gita maupun Icuk tidak ada di ruang sidang.
"Saya memang tidak ada di ruang sidang karena saya tahu jadwal pemilihan adalah pukul 16.00," kata mantan bulutangkis tunggal putra 1983 itu. "Saat itu diputuskan saya dan tim saya tengah menyiapkan bahan-bahan untuk menyampaikan visi dan misi."
Aklamasi yang difasilitasi oleh Koesdarto itu juga sempat menuai protes dari pengurus salah satunya yakni Ketua Umum Pengda PBSI NTB, Junaidi Yaman. "Kami ingin mekanisme pemilihan yang sudah ditetapkan dijalani lebih dulu. Biarkan kedua calon menyampaikan visi dan misi. Setelah kita pilih secara demokrasi sesuai tradisi yang telah berjalan di PBSI selama puluhan tahun," kata Junaidi.
(wk/)