La Nyalla dan KPSI Membelot Tak Mau Ikut Kongres PSSI 10 Desember
SerbaSerbi

Ketua KPSI La Nyalla Mattalitti dan 81 voters lainnya enggan ikut karena menduga PSSI melanggar MoU dengan tidak mengakomodir voters Kongres Kongres Solo.

WowKeren - Indonesia sepertinya harus siap-siap mendapat hukuman dari FIFA. Pasalnya hingga saat ini PSSI ataupun KPSI masih enggan bekerjasama. Baru-baru ini pihak KPSI mengungkap kalau mereka tak akan datang di Kongres PSSI 10 Desember nanti di Palangkaraya.

"Saya tidak akan datang ke Palangkaraya karena PSSI melanggar MoU dengan tidak mengakomodir voters Kongres Solo di kongres yang akan mereka gelar sendiri itu. Tentunya, kami tidak akan datang. Sebab, kami akan menggelar kongres sendiri," terang Ketua Umum KPSI, La Nyalla Mattalitti, di Jakarta, Jumat (8/12). "Kami akan menggelar kongres terpisah dari PSSI. Rencananya, Kongres digelar pada 9 Desember 2012 di Jakarta. Kami tidak akan mempermasalahkan jika AFC dan FIFA tidak hadir dalam kongres tersebut."

La Nyalla memastikan kalau 81 voters tak mau mengakui Djohar Arifin sebagai Ketua Umum PSSI. Mereka bahkan sepakat supaya La Nyalla menjadi Ketua Umum menggantikan Djohar.


Menariknya, Sekjen PSSI Halim Mahfudz justru mengungkap kalau kongres di Palangkaraya juga akan mengundang peserta KLB Solo. Hal ini karena PSSI masih ingin menghormati hasil pertemuan antara PSSI, KPSI dan eks Menpora Andi Mallarangeng (resmi mundur per Jumat, 7 Desember).

"Dengan status kongres luar biasa ini, agendanya sudah ditentukan sesuai MoU, yaitu pengembalian empat Exco, revisi statuta dan unifikasi liga," ujar Halim. "Peserta di KLB Solo sesuai MoU, namun dalam Statuta, peserta kongres adalah peserta kompetisi tahun berjalan. Jadi PSSI juga mengundang peserta Palangkaraya."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!