Beto berhasil mengeksekusi penalti dan menyamakan kedudukan sehingga skor berakhir imbang 1-1 antara Arema Cronous melawan Persipura Jayapura.
- Tim WowKeren
- Selasa, 11 Desember 2012 - 09:48 WIB
WowKeren - Musim ini Arema Cronous (gabungan Arema dan Pelita Jaya ISL) bermain prima karena bergabungnya sejumlah striker handal. Salah satunya yakni Alberto Goncalves yang menyelamatkan Arema dari kekalahan ketika berlaga melawan Persipura Jayapura di penyisihan Grup C Inter Island Cup 2012, Senin (10/12).
Dalam laga di Stadion Kanjuruhan Malang itu, Arema maupun skuad Mutiara Hitam bermain agresif. Alberto atau yang akrab disapa Beto mendapat peluang saat pertandingan baru berjalan 1 menit. Sayangnya, gerakan eks striker Persipura itu berhasil dihentikan lini belakang yang digalang Bio Pauline.
Persipura sendiri juga berkali-kali membuat penjaga gawang Kurnia Meiga kerepotan. Pada menit ke-29, Persipura mencetak gol pertama lewat tendangan keras Ferinando Pahabol. Demi menyamakan kedudukan, pelatih Rahmad Darmawan menarik I Gede Sukadana yang digantikan oleh Greg Nwokolo. Namun babak pertama berakhir dengan keunggulan Persipura 1-0.
Di babak kedua, Arema terus meningkatkan intensitas serangan. Sayangnya skuad asuhan pelatih Jacksen F Tiago masih tetap beringas menjaga pertahanan mereka. Untungnya di menit ke-59, Arema mencetak gol lewat penalti Beto. Hadiah tersebut diberikan wasit setelah Otavio Dutra dianggap hands ball di kotak penalti. Skor menjadi 1-1 dan tetap bertahan hingga berakhirnya pertandingan.
"Kami akui di babak pertama kami kalah dalam pressing dan organisasi tim," sahut pelatih RD. "Tapi babak kedua anak-anak sudah lebih baik. Dan hasil ini kami patut kami syukuri karena masih ada peluang lolos ke babak selanjutnya."
Sementara itu, asisten pelatih Persipura, Metu Duaramuri, merasa kecewa dengan keputusan wasit Ahmad Suparman. Menurut Metu, Persipura juga seharusnya mendapatkan hadiah penalti di menit terakhir.
"Tapi wasit tak menganggap jatuhnya Patrich Wanggai di dalam kotak penalti sebagai pelanggaran," keluh Metu. "Kemenangan kami dirampok wasit. Itu saja yang mau saya sampaikan."
(wk/)