Reaksi itu menyusul dengan laporan mengenai penjualan perdana iPhone 5 di Shanghai yang sepi hanya dengan 2 pembeli.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 15 Desember 2012 - 11:51 WIB
WowKeren - Sambutan pasar atas meluncurnya iPhone 5 secara global memperoleh reaksi di luar dugaan. Apple malah harus gigit jari di pasar saham setelah resmi memasarkan iPhone 5 di China. Bukan mendulang sukses, saham Apple malah jatuh di bursa perdagangan, Jumat (14/12).
Dalam perdagangan Jumat pagi, saham Apple hingga 3-4 persen mencapai kisaran USD 509. Meskipun masih tergolong tinggi namun ini menjadi titik terendah saham Apple sejak Februari lalu. Rupanya para pelaku pasar tidak yakin iPhone 5 bakal laku di negeri Panda tersebut.
Reaksi itu menyusul dengan laporan mengenai penjualan perdana iPhone 5 di Shanghai yang sepi, Jumat (14/12). Tidak ada antrian mengular dan hanya 2 orang pembeli yang menunggu Apple Store dibuka pada pukul 9 pagi. "Beberapa sumber di China tidak berharap banyak iPhone 5 akan sama larisnya dengan iPhone 4S," ucap analis Steven Milunovich.
Jatuhnya saham Apple tersebut akhirnya memicu seluruh pasar jadi melemah. Padahal September lalu Apple memecahkan rekor sebagai perusahaan termahal dunia setelah sahamnya mencapai USD 700. "Pelemahan saham Apple kali ini menjadi penyebab utama jatuhnya pasar," kata analis Patrick O'Hare.
Saham Apple terus menurun sejak November karena para investor terlalu yakin dengan kekuatan Apple. Kini perusahaan di California itu mulai dipandang tidak kompetitif lagi menghadapi persaingan. Kindle Fire besutan Amazon dipandang lebih menjanjikan, begitupun Surface milik Microsoft yang juga dijagokan pasar.
(wk/)