Lantaran pemberitaan yang tidak benar itu, dua pekerja tidak masuk kerja selama dua hari.
- Tim WowKeren
- Minggu, 30 Desember 2012 - 20:19 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu sinetron "Love in Paris" mendapat sorotan karena insiden meninggalnya Ayu, pasien rumah sakit yang menjadi tempat lokasi syuting. Karena pemberitaan media yang terlalu besar itu, Femmy Sagita selaku sutradara mengaku hal itu mempengaruhi psikis kru-krunya.
"Mood kita hancur, rusak semua, karena beberapa pemberitaan tidak benar itu," kata Femmy. "Teman-teman kru bilang ini mengganggu psikologi mereka, kan ini orang pada kerja."
"Kami bertanya-tanya apa sebabnya. Kok bisa-bisanya kami dipojokkan begitu dikait-kaitkan, kan kita nggak merasa begitu," kata Azhari, salah satu kru penata lampu. "Seolah-olah kami lah yang membunju anak itu. Sampai sekarang kami khawatir ini jadi panjang."
Saking beratnya psikis para kru, dua petugas tidak masuk kerja lantaran pemberitaan itu. "Hari ini ada dua yang sudah nggak kuat, kemarin juga ada," kata Azhari.
Femmy pun mengaku kapok menggunakan fasilitas rumah sakit ICU sebagai tempat pengambilan gambar. Sebab, pemberitaan meninggalnya bocah 9 tahun, Ayu Tria Desiani, di ICU RS Harapan Kita, pada Kamis (27/12/2012) dini hari lalu, ikut dikaitkan dengan adanya proses shooting sinetron "Love in Paris" yang berlangsung di area ICU tersebut.
"Pasti kapok syuting di ICU atau ruang rumah sakit, karena itu kita tidak digunakan lagi," kata Femmy. "Nanti kalau ada syuting seperti itu lagi, dan ada orang yang meninggal lagi, kami lagi yang disalahkan. Sekalipun nantinya diberikan (gratis) fasilitas itu, saya nggak mau lagi."
"Saya syoknya lebih kepada, kenapa jadi begini kondisinya," pungkasnya. "Kalau yang dikaitkan-kaitkan dengan kematian itu, itu yang saya keberatan."
(wk/)