Istana Negara sempat tergenang air setinggi lutut saat mayoritas kawasan Jakarta juga terkepung banjir dan ramai dibicarakan di Twitter.
- Tim WowKeren
- Kamis, 17 Januari 2013 - 11:48 WIB
WowKeren - Hari ini, Kamis (17/1), Jakarta lumpuh akibat dikepung banjir yang membuat aktivitas warga terganggu. Tak hanya pusat bisnis dan sarana publik, Istana Negara di kawasan Jl Medan Merdeka juga ikut kebanjiran. Alhasil Presiden SBY pun harus menggulung celananya saat meninjau banjir.
Masuknya air ke lingkungan Istana Negara karena terus naiknya pintu air Manggarai yang tidak sanggup menghadang kiriman dari Bogor. Didampingi Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, SBY memantau banjir di Istana yang telah menggapai betis orang dewasa. Banjir setinggi lutut ini baru pertama kali dialami SBY di Istana Kepresidenan yang membuatnya menunda pertemuan dengan Presiden Argentina.
"Tadi Bapak Presiden meninjau beberapa titik yang terendam cukup tinggi sekitar 30cm di sekitar Wisma Negara, yang berada di tengah Istana Merdeka dan Istana Negara," ucap jubir Kepresidenan, Julian A Pasha, pada Tribunnews. "Sejumlah pegawai Setneg dan Istana tadi pagi tampak terpaksa berjalan kaki menuju ke kompleks Istana."
Sejauh ini banjir menggenangi kawasan Kuningan, Thamrin, Bundaran HI, Jatinegara, Bintaro, Tebet, Grogol, Daan Mogot dan 50 kelurahan di Jakarta. Hujan deras yang turun selama dua hari ini membuat Kanal Banjir tidak sanggup membendung debit air. Banjir 2013 ini diyakini lebih dahsyat dari yang terjadi 2007 lalu.
Saat ini banjir Jakarta ramai dibicarakan di Twitter yang terus mengupdate kabar terbaru dan meminta bantuan evakuasi. Hashtag #PrayForJakarta pun menjadi Trending Topic untuk meminta bantuan doa dari seluruh masyarakat. Para Tweeps juga mengunggah foto kondisi banjir yang terjadi di kawasan mereka.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menduga banjir ini bukan disebabkan curah hujan tinggi. Ini akibat debit Ciliwung meningkat drastis karena rusaknya kawasan hulu sungai itu di Puncak. Di saat bersamaan kini sungai-sungai di Jakarta semakin kehilangan kemampuan mengalirkan air hingga 70 persen akibat penyempitan dan pendangkalan.
(wk/)