Direktur Teknik SDM Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, menilai PSSI tak berhak mengeluarkan sanksi karena organisasi tersebut tidak diakui klub-klub ISL.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 Januari 2013 - 08:54 WIB
WowKeren - PSSI tak hanya memberikan sanksi pada 22 pemain yang menolak bergabung di Timnas Pra Piala Asia 2015 tetapi juga menghukum 15 klub anggota Indonesia Super League (ISL) dan 27 klub Divisi Utama PT Liga Indonesia. Hukuman bagi 42 klub itu yakni larangan ikut kompetisi nasional maupun internasional.
Menanggapi hal itu, salah satu klub, Sriwijaya FC, memilih bersikap cuek. SFC dihukum setelah Tantan menolak bergabung di timnas.
Direktur Teknik SDM Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, menegaskan kalau pihaknya telah membuat surat apapun dari PSSI ke tong sampah. "Sekarang ini yang ilegal bukan klub, tetapi PSSI, karena sudah tidak diakui lagi oleh klub-klub ISL. Mereka sama sekali tidak punya hak mengeluarkan sanksi itu," tegas Hendri.
Dua pemain yang kena sanksi yakni Samsul Arif dan Atep merasa heran dengan hukuman skorsing 6 bulan dan denda Rp 100 juta tersebut. Mereka berharap manajemen klub bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut.
"Sanksi itu tidak tepat. Kami kan berkompetisi di bawah KPSI, bukan PSSI. Kalau di bawah naungan PSSI okelah. Yang bikin bingung, kami enggak boleh main di mana?" kata Atep yang bergabung di Persib Bandung. "Saya jelas keberatan dengan sanksi itu. Saya akan bicara dengan manajemen Persela, apakah perlu melakukan banding atau tidak," sahut Samsul.
(wk/)