Semen Padang berniat melarang para pemain untuk bergabung karena menilai kalau keberadaan BTN justru memicu dualisme manajemen timnas.
- Tim WowKeren
- Jumat, 22 Februari 2013 - 08:38 WIB
WowKeren - Keberadaan Badan Tim Nasional disebut-sebut sebagai saran damai Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, dengan KPSI binaan La Nyalla Mattalitti. Sayangnya hal tersebut ditentang oleh para petinggi PSSI seperti Bob Hippy, Bernhard Limbong dan Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
Bahkan kini klub IPL, Semen Padang, melarang para pemain gabung ke Timnas BTN. Dari 35 nama yang sudah diumumkan BTN, ada enam pemain Semen Padang, yaitu Jandia Eka Putra, Novan Setya, Titus Bonai, Syaifullah, Arief Tuansyah dan M Nur Iskandar.
"Untuk sementara waktu, kami tidak akan mengizinkan pemain ke Timnas. Adanya BTN justru membuat dualisme pengelolaan timnas," tegas Direktur Utama PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Erizal Anwar. "Karena itu, lebih baik kami wait and see saja. Yang pasti, apa yang terbaik untuk timnas, kami akan membantu."
Sikap tersebut justru berbeda dengan KPSI yang berencana mengizinkan pemain ISL. Perubahan sikap ini karena Presiden Klub Persisam Samarinda, Harbiansyah, ditunjuk untuk mewakili KPSI di BTN.
"Kita akan berikan pemain-pemain yang memang diperlukan untuk Timnas Indonesia. Ini demi (nama baik) Merah Putih," kata Sekjen KPSI, Togar Manahan Nero. "Dengan bergabungnya Pak Harbiansyah, semua pemain (ISL) yang dipanggil dipastikan bakal mendapat izin dari klubnya."
(wk/)