Bos Android merasa Samsung memiliki kekuasaan terlalu besar terhadap Android melampui perusahaan sejenis lainnya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 26 Februari 2013 - 14:38 WIB
WowKeren - Samsung dan Google merupakan pasangan duet yang merajai pasar gadget dunia mengalahkan Apple. Samsung meraih kesuksesan berkat mengusung Android milik Google. Namun berhembus kabar Google mulai khawatir kesuksesan itu bakal mengancam mereka.
Wall Street Journal menulis laporan dari sebuah sumber yang mengatakan Andy Rubin membicarakan kesuksesan Samsung di acara terakhir Google sebelum MWC. Di sana bos Android itu memuji prestasi Samsung yang berhasil menjual 200 juta smartphone pada tahun lalu. Namun ia juga mengatakan adanya kemungkinan Samsung menjadi ancaman Google dengan kesuksesannya itu.
Andy merasa Samsung memiliki kekuasaan terlalu besar terhadap Android melampui perusahaan sejenis lainnya. Karena itulah Google akhirnya mengakuisisi Motorola yang bisa membesut gadget sebagai "tabungan" jika nantinya Samsung membelot. Dikhawatirkan juga pendapatan Samsung atas iklan mobile di Android akan melebihi yang Google dapatkan di internet.
Sayangnya pihak Google hingga kini tidak mengkonfirmasi laporan WSJ tersebut. Andy juga tidak bersedia diwawancarai mengenai kabar ini. Namun beberapa analis memandang kemungkinan pembelotan Samsung ada benarnya.
"Adanya ancaman dari Samsung ke Google itu nyata," ucap Rajeev Chand, firma investasi bank Rutberg & Co. "Lambat laun Samsung akan menggunakan pengaruhnya dalam dominasi pasar untuk menegosiasikan ulang dirinya dengan Google."
Kabarnya di ajang MWC 2013 Google berdiskusi dengan perusahaan lainnya untuk memastikan kekuatan Samsung. Google juga berharap perusahaan pembesut smartphone Android lainnya seperti Sony dan HTC bisa mulai menggeser dominasi Samsung.
(wk/)