Dengan diterapkannya aplikasi ini, pemain bisa melihat kelemahan dan keunggulan diri sendiri serta lawan.
- Tim WowKeren
- Minggu, 19 Mei 2013 - 22:46 WIB
WowKeren - Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mencoba mengaplikasikan Sport Science di ajang Piala Sudirman 2013. Sport Science menjadi salah satu program wajib untuk mendukung tim Pembinaan dan Prestasi.
Salah satu program yang diterapkan adalah video analisis yang dilengkapi dengan data statistik dari permainan tiap pemain dan lawannya. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Pengembangan PBSI, Basri Yusuf.
"Penerapan video analisis diperlukan untuk membantu pelatih menerapkan strategi," kata Basri. "Kita bisa lebih jeli melihat kelemahan dan keunggulan kita dan lawan. Jadi saat masuk lapangan, pemain sudah tahu apa yang akan diterapkan."
Menurut Basri, selama ini evaluasi baru dilakukan berdasarkan hanya catatan dan ingatan pelatih atau pemain. Sebelumnya sudah ada video-video rekaman pertandingan, tetapi tak ada analisa lengkap dari video- video tersebut.
Aplikasi seperti ini pernah diterapkan juga oleh beberapa negara seperti China, Malaysia dan sejumlah negara-negara di Eropa."Hasil dari video analisis adalah data dari fakta yang terjadi di lapangan, tidak ada asumsi atau pendapat, sehingga informasinya valid," tambah Basri. "Selain untuk pembekalan dalam pertandingan, ini juga bermanfaat sebagai bahan pembelajaran di latihan. Setelah melihat kekurangan- kekurangan pemain, kita bisa menentukan program latihannya seperti apa supaya ada kemajuan."
Tim Indonesia baru akan memulai pertarungan di babak penyisihan pada hari Senin (20/5) melawan India pada pukul 12.00 waktu Kuala Lumpur, atau sekitar pukul 11.00 WIB.Setelah menghadapi India, Indonesia akan menghadapi China.
(wk/)