Paul Otellini mengaku adanya ketidakcocokan harga membuatnya menolak chip Intel dipasang di iPhone generasi pertama.
- Tim WowKeren
- Senin, 20 Mei 2013 - 11:14 WIB
WowKeren - Mantan CEO Intel, Paul Otellini, membicarakan sejarah kerjasama perusahaannya dengan Apple. Ia mengaku menyesal dulu menolak tawaran Apple untuk menanamkan chip Intel di dalam iPhone pertama mereka.
Hal itu terungkap dalam sebuah wawancara Paul dengan The Atlantic. Pada saat Apple membesut komputer Mac beralih memakai prosesor Intel pada 2005, mereka menawari perusahaan tersebut membuat chip untuk iPhone generasi pertama. Namun saat itu Paul menolaknya karena masalah harga yang tidak cocok.
"Pada akhirnya kami tak memenangkan maupun melewatkan (kontrak itu)," ucap Paul. "Dunia pasti akan menjadi tempat yang berbeda kalau kesempatan itu kami ambil."
Faktor lainnya yang membuat Intel kurang yakin adalah saat itu iPhone adalah produk baru yang belum teruji di pasaran. "Ini terjadi saat iPhone belum diluncurkan. Ketika itu tidak ada yang tahu perangkat tersebut bisa menjadi seperti apa," lanjut Paul.
iPhone generasi pertama diketahui menggunakan prosesor berbasis ARM. Prosesor tersebut terus digunakan pada generasi berikutnya hingga diganti menjadi chip A6 pada iPhone 5.
Meski tetap untung namun Intel mengakui "kehilangan" kesempatan di pasar smartphone dan CEO Brian Krzanich berjanji untuk memperbaikinya. Sedangkan Paul mengaku hingga kini merasa tak nyaman setiap kali melihat orang menggunakan iPhone karena teringat penolakannya tersebut. "Seharusnya (waktu itu) saya mengikuti kata hati," imbuhnya.
(wk/)