Hoji Takahashi yang sudah tua tidak paham bahasa serapan jaman sekarang yang terlalu sering digunakan dalam siaran NHK.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 Juni 2013 - 11:52 WIB
WowKeren - Jepang sudah dikenal sebagai negara yang ogah mempelajari bahasa asing. Tak heran, semua bahasa asing akhirnya harus diserap ke bahasa ibu jika sudah masuk ke negeri Sakura ini. Namun rupanya ada warga yang merasa televisi Jepang sudah terlalu banyak menggunakan serapan bahasa asing yang aneh.
Hoji Takahashi dilaporkan melayangkan gugatan ke televisi nasional NHK karena masalah bahasa. Kakek berusia 71 tahun itu mengaku merasa stres saat menonton TV karena menggunakan terlalu banyak bahasa Inggris. Meski sudah diserap namun bahasa itu berubah jadi aneh dan tidak ia kenali sebelumnya.
"Masalah utamanya adalah Jepang sekarang jadi terlalu Amerika," ucap pengacara Hoji, Mutsuo Miyata. "Ada kekhawatiran ini akan menjadi krisis yang membuat Jepang hanya jadi salah satu provinsi milik Amerika."
Sejak Perang Dunia II, Jepang menggunakan serapan untuk bahasa asing agar mudah diucapkan lidah mereka. Misalnya, "risuku" yang serapan dari risk (resiko) atau "toraburu" dari kata trouble (masalah). Hal inilah yang membuat Hoji merasa pusing saat nonton sehingga menggugat sebanyak 1,41 juta Yen (Rp 140 juta).
"Aku tidak paham apa yang sedang mereka bicarakan!" ucap warga perfektur Gifu, ini. "Orang muda mungkin bisa memahaminya tapi untuk orang tua seperti saya, ketika mendengar asuri-to atau konpriansu, aku tidak tahu apa artinya. Aku sudah berkali-kali komplain ke NHK tapi tidak ada tanggapan sehingga menggugatnya saja."
(wk/)