Video yang rencananya hendak diunggah di situs resmi PBR ini akan menjadi kenang-kenangan terakhir tim bersama striker Sekou Camara.
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Juli 2013 - 11:12 WIB
WowKeren - Pelita Bandung Raya merasa berduka atas meninggalnya striker Sekou Camara akibat serangan jantung ketika latihan di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (27/7). Apalagi, striker asal Mali itu sempat antusias merekam ucapan selamat Idul Fitri untuk para suporter PBR.
"Masih terbayang sekali ketika dia mengucapkan selamat Idul fitri pada pembuatan video yang sengaja dibuat tim kami," kata Direktur PT Kreasi Performa Pasundan PBR, Marco Gracia Paulo, yang mengaku hendak mengunggah videonya di situs resmi PBR. "Ini mungkin jadi video kenang-kenangan terakhir almarhum bagi kami."
Marco mengungkap kalau Camara memberikan tanda-tanda kalau ia akan "pulang" untuk selamanya. Tak hanya menyiapkan baju serba putih, striker berusia 27 tahun itu juga cukup lama saat menelepon ibunya.
"Almarhum telepon-teleponan dengan ibunya sangat lama sekali. Almarhum terus berulang-ulang bicara dengan ibunya. Ini memang tidak seperti biasanya. Memang sudah sebuah firasat," sahut Marco. "Camara sempat bilang ke ibunya, bahwa waktu latihan sudah tiba. Saat itu, terputuslah pembicaraan itu. Sebelum handphone itu ditutup, Camara pun sempat bilang bahwa dirinya akan melakukan sholat Isya' terlebih dulu sebelum menjalani aktivitas latihan rutin."
Camara menjadi bagian dari tim PBR pada putaran kedua setelah pindah dari Persiwa Wamena. Bersama PBR ia baru mencetak satu gol dari sembilan laga yang ia lakoni, sedangkan bersama Persiwa pemain itu mencetak lima gol. Sebelumnya Camara juga pernah membela PSAP Sigli.
Terkait wafatnya Camara, ia menjadi pemain kedua yang mendapat serangan jantung di Stadion Siliwangi. 16 Tahun lalu, asisten pelatih Timnas PSSI, Andi M Teguh, juga meninggal di tempat yang sama ketika memantau pemain Bandung Raya.
(wk/)