Oprah Winfrey Jadi Korban Rasis Ditolak Beli Tas di Swiss
Selebriti

Departemen Pariwisata Swiss meminta maaf atas insiden tersebut, sementara sang pemilik butik membantah pegawainya bersikap rasis pada Oprah.

WowKeren - Meski dinobatkan menjadi selebriti paling berpengaruh oleh Forbes, Oprah Winfrey rupanya masih mendapat perlakuan rasis hingga saat ini. Belum lama ini dalam sebuah wawancara, Oprah mengaku baru saja ditolak saat akan membeli sebuah tas bermerek di Zurich, Swiss, senilai USD 38 ribu (sekitar Rp 390 juta). Pelayan toko itu yang mungkin tak mengenali Oprah sehingga tak mau memberikan tas yang ia minta.

"Aku berada di Zurich beberapa waktu lalu dan mengunjungi sebuah toko yang tak akan kusebut namanya," ujar Oprah yang saat itu berada di Zurich untuk menghadiri pernikahan Tina Turner. "Aku memang tak memakai bulu mata palsu waktu itu, tapi aku tetap terlihat seperti Oprah Winfrey."

"Aku memakai rok Donna Karan dan sandalku. Tapi kurasa mungkin 'The Oprah Winfrey Show' tidak ditayangkan di Zurich," tambahnya. "Aku pergi ke toko itu dan berkata pada seorang penjaga wanita, 'Permisi, apakah aku boleh melihat tas yang ada di atas itu?' dan dia bilang padaku, 'Tidak, itu terlalu mahal'."

Oprah lalu bertanya kembali untuk yang kedua kalinya namun sang penjaga toko tetap tak mau mengabulkan permintaan Oprah. "Tidak, tidak, kau tak mau melihat yang itu, mungkin kau harus melihat yang ini saja karena tas yang itu sangat mahal. Kau tak akan bisa membelinya."


Oprah kemudian memilih untuk mengalah dan meninggalkan toko itu dengan tenang. Pemandu acara berusia 59 tahun itu mengungkapkan ia sebenarnya sempat mempertimbangkan untuk memborong tas di toko itu seperti dalam adegan "Pretty Woman" untuk mengejutkan sang penjaga toko, namun ia memilih tak melakukannya. "Aku bisa saja marah tapi untuk apa kulakukan itu. Tapi memang benar rasisme memang masih ada," ujar Oprah.

Sementara itu, pemilik butik yang belakangan diketahui bernama Trois Pommes itu membantah pejaganya bersikap rasis pada Oprah. Sebaliknya, sang pemilik Trudie Goetz malah mengklaim bahwa Oprah-lah yang tak mau menerima tas itu. "Penjaga tokoku berusaha memberikan tas itu tapi dia tak mau. Pegawaiku telah bekerja di sini selama bertahun-tahun, jadi mungkin itu salah paham," ujar Trude membela pegawainya.

Meski sang pemilik butik membantah insiden ini, namun Departemen Pariwisata Swiss memilih untuk meminta maaf pada Oprah dan mendesak penjaga toko itu melakukan hal yang sama. "Kami sangat malu dengan insiden ini. Penjaga toko itu jelas bersalah. Kami meminta maaf sebagai perwakilan pariwisata Swiss atas insiden tersebut. Ini tak akan terjadi lagi dan tak berpengaruh terhadap popularitas pariwisata Swiss, tapi penjaga toko itu harus meminta maaf pada Oprah Winfrey," bunyi pernyataan Departemen Pariwisata Swiss.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait