Uang tersebut merupakan pesangon seandainya CEO BlackBerry itu diberhentikan oleh manajemen baru.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 17 Agustus 2013 - 12:14 WIB
WowKeren - CEO BlackBerry, Thorsten Heins, tak perlu khawatir jika perusahaan yang dipimpinnya benar-benar dijual. Thorsten diprediksi akan mendapat uang pesangon sebesar USD 55,6 juta atau setara Rp 578 miliar seandainya ia disingkirkan oleh manajemen baru.
Berdasarkan laporan Bloomberg, nilai USD 55,6 juta tersebut mencakup gaji pokok serta tambahan dalam bentuk keuntungan dan tabungan pensiun. Ia juga telah memenuhi syarat untuk mendapatkan pembayaran insentif tahunan sebesar USD 4,5 juta (Rp 46 miliar).
Penghargaan ekuitas senilai USD 16,1 juta (Rp 166 miliar) juga diberikan apabila Thorsten hanya diberhentikan sebelum BlackBerry dijual. Seandainya BlackBerry ada di tangan pemiliki baru dan Thorsten dipecat, maka ia akan memperoleh penghargaan ekuitas sebesar USD 48 juta (atau hampir setara Rp 500 miliar). Jumlah USD 55,6 juta ini cukup tinggi karena pada saat Thorsten menandatangani kontrak Januari 2012, nilai pesangon yang akan ia dapatkan yakni USD 21 juta (Rp 218 miliar).
Sejauh ini BlackBerry maupun Thorsten belum mengomentari soal rencana penjualan ataupun besaran keuntungan yang akan diperoleh. Juru bicara Northwest Ethical Investments yang memiliki saham di BlackBerry, Bob Walker, mengungkap kalau proyek penjualan ini akan menguntungkan bagi Thorsten tetapi juga bisa menimbulkan masalah.
"USD 55,6 juta merupakan uang yang sangat banyak bagi siapapun," kata Bob. "Ini akan menjadi masalah. Pembayaran eksekutif secara umum saja sudah terlalu tinggi."
(wk/)