Lin Jarvis mengakui kalau ia sempat khawatir Rossi dan Lorenzo akan kembali bersaing sengit seperti di era 2008-2010.
- Tim WowKeren
- Jumat, 20 September 2013 - 11:00 WIB
WowKeren - Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi pernah terlibat kompetisi sengit baik di dalam atau luar balapan. Situasi panas itu terjadi meski mereka satu tim di Yamaha, 2008-2010.
Rossi yang lebih senior kabarnya terintimidasi dengan prestasi Lorenzo sebagai pendatang baru. Bahkan ketidakakuran tersebut membuat tim terbagi dua dan saling menolak memberikan data motor masing-masing. Hingga akhirnya, Rossi memilih hengkang ke Ducati.
Bos Yamaha, Lin Jarvis, mengakui kalau dirinya sempat pesimis ketika kembali mengontrak Rossi di musim ini. Namun berbeda dengan sebelumnya, Rossi bersikap lebih dewasa dan mengakui keunggulan Lorenzo.
"Mungkin itu sedikit mengejutkan," sahut Lin Jarvis soal sikap Rossi yang lebih bersahabat pada Lorenzo. "Awalnya hal itu menjadi kekhawatiran terbesar kami sebelumnya saat memutuskan menyatukan lagi mereka berdua. Kami tidak ingin ada kesulitan terkait keseimbangan tim. Sejak hari pertama kami tidak mengalami masalah dan mereka bekerjasama dengan baik."
Lorenzo pernah memuji Rossi sebagai legenda hidup MotoGP. Rossi pun juga beberapa kali memuji Lorenzo. Kerjasama itu akhirnya tercipta berkat ketatnya persaingan dengan Honda.
"Mereka berdua tidak akan menjadi teman karena mereka berbeda kelompok dan budaya," ujar Jarvis. "Tapi dalam hal profesional keduanya sangat fokus dan berdedikasi dengan pekerjaan. Mereka menyadari kalau mereka bisa mendapatkan keuntungan dari rekannya."
(wk/)