Larangan jabat tangan tersebut bertujuan untuk mencegah timbulnya pertikaian setelah pertandingan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 10 Oktober 2013 - 09:49 WIB
WowKeren - Sudah menjadi tradisi di beberapa acara olahraga bahwa para pemain akan saling berjabat tangan sebelum dan sesudah pertandingan. Namun, hal tersebut tidak berlaku di sekolah-sekolah di Kentucky. Pasalnya, berjabat tangan malah dianggap membahayakan.
Asosiasi Atletik Tingkat SMA di Kentucky (KHSAA) membuat sebuah peraturan yang melarang setiap pemain saling berjabat tangan seusai pertandingan olahraga. Jabat tangan setelah pertandingan sengit memperebutkan gelar juara dianggap akan memicu terjadinya kekerasan. Meski tidak dijelaskan secara jelas kekerasan seperti apa yang telah terjadi, tercatat telah terjadi 24 kasus selama kurun waktu 3 tahun.
"Kami sendiri sebenarnya kecewa harus menetapkan peraturan seperti ini," jelas Komisaris KHSAA, Julian Tackett. "Namun, banyaknya insiden kekerasan membuat kami khawatir dan harus segera mengambil langkah pencegahan ."
"Emosi para pemain usai pertandingan tentu masih panas," lanjut Tackett. "Bayangkan apa yang terjadi jika ada 75 pemain dengan emosi seperti itu harus berjabat tangan.
Peraturan ini tidak hanya berlaku bagi para pemain dan pelatih yang terlibat dalam pertandingan namun panitia pertandingan juga. Panitia diminta untuk segera meninggalkan tempat pertandingan begitu game usai. KHSAA memang mengancam menjatuhkan sanksi keras bagi yang melanggar.
"Setiap tim bebas memilih akan mematuhi peraturan ini atau tidak," terang Tackett. "Namun, sekolah yang memutuskan mematuhi harus benar-benar mengawasi pertandingan yang terjadi. Jika terbukti lalai dan terjadi perkelahian, pihak sekolah akan mendapat sanksi keras."
(wk/)