AP, AFP dan NHK Japan adalah media luar negeri yang akan meliput Royal Wedding Keraton Yogya, 23 Oktober.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 Oktober 2013 - 15:14 WIB
WowKeren - Royal Wedding antara Putri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu dengan KPH Notonegoro akan digelar Rabu (23/10). Perhelatan tersebut dipastikan jadi hajatan besar masyarakat Yogya. Pasalnya, akan ada 57 media yang meliput acara tersebut, termasuk 3 dari luar negeri.
"Dari 57 media yang akan meliput, AP, AFP dan NHK datang dari luar negeri." ujar Deni Reksa, Ketua Panitia Media Center Royal Wedding. "Sebenarnya ada media luar lainnya, tapi mereka terlambat daftar."
Membludaknya jumlah tamu undangan menjadi alasan pembatasan media yang diijinkan meliput. Tercatat akan ada setidaknya 3750 dari 2000 tamu yang direncanakan hadir.
"Sebenarnya bukan ingin membatasi tapi mengatur," imbuh Deni. "Space di keraton terbatas, kami hanya bisa memberikan akses bagi fotografer saja."
Pihak keraton akan menyediakan kelengkapan audio visual berupa 4 layar televisi. Akan ada komputer dan laptop sebanyak 20 unit demi kelancaran kerja para jurnalis.
Mengenai suguhan makanan, sang permaisuri, GKR Hemas, yang menentukan. Kambing Guling dan Gudeg Manggar akan menjadi hidangan spesial. "Ngarso dalem dan Kangjeng Ratu Hemas suka sekali dengan menu itu, mereka tidak takut kolesterol," ujar Koordinator Hidangan untuk acara Pawiwahan Ageng, Sumartoyo.
Sedangkan, yang unik dari perhelatan ini sang mempelai wanita, GKR Hayu, mendesain sendiri undangannya. Undangan yang berbentuk boks ini hadir dalam tiga bahasa yakni Jawa, Indonesia dan Inggris. Selain itu, jika undangan ini dibuka maka akan muncul sketsa sepasang pengantin Jawa, lengkap dengan bangsal pelaminan dan dekorasi pernikahan adat Jawa.
GKR Hayu merupakan putri keempat Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas. Kisah asmara GKR Hayu dengan KPH Notonegoro atau Angger Pribadi Prabowo, diplomat yang bekerja di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa New York, Amerika Serikat, tersebut sudah terjalin selama 10 tahun. Meski begitu, hubungan GKR Hayu dan KPH Notonegoro itu sempat diwarnai insiden putus nyambung.
"Iya sempat putus nyambung. Mungkin karena keduanya jauh. Waktu itu Hayu sekolah di Inggris, Angger (KPH Notonegoro) tugas di Thailand," tutur permaisuri Keraton Kasultanan Yogyakarta, GKR Hemas. "Tapi dia (KPH Notonegoro) orangnya keras, kalau tidak dapat Abra, tidak akan menikah."
Kunjungi GALERI FOTO Royal Wedding Yogyakarta.
Berikut foto undangan Royal Wedding Yogyakarta 2013:
(wk/)