Pria Rusia Memaku Kelaminnya untuk Kritik Pemerintah
Nasional

Pyotr Pavlensky melakukannya di Kremlin, Moskow, sebagai metafora dari ketidakpedulian dan kesenjangan politik di Rusia.

WowKeren - Ada banyak cara mengungkapkan kekecewaan. Namun apa yang dilakukan seorang seniman asal Rusia ini pasti akan membuat Anda bergidik. Alih-alih mengungkapkan keinginannya lewat diskusi atau demo, pria ini memilih memaku alat kelaminnya ke lantai batu.

Seniman bernama Pyotr Pavlensky melakukan aksi ekstrim tersebut dalam keadaan telanjang di luar Mausoleum Lenin di Kremlin, Moskow, Minggu (10/11). Tindakan berbahaya itu dilakukannya sebagai bentuk protes yang ia tujukan terhadap pemerintahan Rusia.

Pyotr mengaku bahwa aksi itu merupakan metafora yang tepat bagi situasi politik saat ini. "Seorang seniman telanjang dan melihat testikelnya dipaku ke trotoar Kremlin adalah metafora untuk ketidakpedulian, kesenjangan politik, dan fatalisme masyarakat Rusia," jelasnya.


Aksi sensasional itu tak hanya mengundang perhatian para pejalan kaki yang lewat. Pyotr kemudian dilarikan ke rumah sakit akibat luka yang dideritanya itu. Setelah itu ia diamankan oleh polisi karena aksinya di siang bolong di salah satu obyek wisata terbaik sedunia itu.

Aksi ekstrim ini bukan yang pertama bagi Pyotr. Pria berusia 29 tahun itu sebelumnya menjahit mulutnya sebagai bentuk protes penahanan demonstran Pussy di 2011. Ia juga pernah membungkus tubuhnya dengan kawat berduri di gedung pemerintahan Saint Petersburg.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!