Hasil uji toksikologi yang dilakukan ayah Brittany menunjukkan bahwa ada kandungan logam beracun dalam kadar tinggi dalam tubuhnya.
- Tim WowKeren
- Rabu, 20 November 2013 - 11:35 WIB
WowKeren - Brittany Murphy dinyatakan meninggal 2009 lalu akibat pneumonia dan anemia. Namun ayah Brittany, Angelo Bertolotti, mempertanyakan penyebab sebenarnya dan melakukan uji toksikologi. Hasilnya menunjukkan adanya kemungkinan Brittany meninggal karena racun.
Hasil uji sampel rambut Brittany menunjukkan adanya kandungan logam beracun dalam kadar tinggi dalam tubuhnya. Salah satunya adalah Barium yang banyak digunakan dalam racun tikus.
"Sepuluh logam berat terdeteksi dalam level yang lebih tinggi dari standar WHO," tulis hasil ujinya, Senin (18/11). "Jika kami harus mengeleminasi kemungkinan paparan logam berat ini secara bersamaan dan tidak disengaja, yang paling mungkin adalah logam berat ini diberikan oleh pihak ketiga dengan tujuan kriminal."
"Logam ini banyak ditemukan di insektisida dan racun tikus," lanjut laporan tersebut. "Ayahnya tahu kalau dia punya gejala keracunan seperti pusing, keram perut, sesak nafas dan pneumonia."
Angelo pun ingin polisi membuka kembali investigasi untuk menemukan pembunuh anaknya. Dia mengaku mencurigai seseorang namun belum mau mengungkapkannya. Ibu mertua Brittany sendiri dipanggil oleh polisi, Rabu (20/11), untuk dimintai keterangan.
Brittany ditemukan meninggal oleh suaminya, Simon Monjack, di dalam rumah mereka di Hollywood, 20 Desember 2009. Lima bulan kemudian, Simon juga meninggal di rumah tersebut dengan penyebab yang sama.
(wk/)